Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aktivis nilai Kapolri lindungi Komjen Budi Waseso

Aktivis nilai Kapolri lindungi Komjen Budi Waseso Pelantikan Badrodin Haiti. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Koalisi Reformasi Polri segera melayangkan 20 ribu tanda tangan mendukung pencopotan Budi Waseso dari jabatannya sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) dan mendesak Presiden Jokowi untuk membentuk tim independen. Koalisi ini tidak mengirimkan data tersebut kepada Kapolri, karena dinilai mereka melindungi Budi Waseso.

"Kita akan langsung membawa petisi yang sudah ditandatangani 20 ribu orang kepada Presiden. Kami tidak akan langsung kepada Kapolri tapi langsung kepada Presiden. Kapolri cenderung melindungi," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jl Menteng Raya No 62 Jakarta Pusat, Rabu (22/7).

Menurut Dhanil, koalisi ini juga akan mendesak Presiden Jokowi agar turun langsung dalam menata kembali Polri sekaligus membentuk tim Independen.

"Tentu kita desak kepada Presiden untuk bentuk tim independen untuk reformasi Polri ini," tambahnya.

Mengenai desakan pencopotan Kabareskrim ini, Dhanil mengatakan hal ini merupakan reaksi publik terhadap kinerja pejabat publik yang dinilai mengancam kebebasan berpendapat dan pemberantasan korupsi. Hal tersebut diungkapkan karena selama Budi Waseso menjabat sebagai Kabareskrim, ada 40 orang yang menjadi korban penetapan tersangka yang beberapa di antaranya adalah pegiat antikorupsi.

"Berkaitan dengan sikap Budi Waseso desakan atau petisi ini biasa perspektif publik terhadap kinerja pejabat publik," tegasnya.

Dalam konteks ini, Dhanil menilai Budi Waseso seperti peneror dengan model arogansi dalam membatasi kebebasan orang lain.

"Kami tidak mau penegak hukum di Indonesia malah menjadi alat balas dendam," tutup Dhanil.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP