Aksi bisu protes kualitas tinta pemilu di depan KPU
Merdeka.com - Enam warga yang tak puas dengan teknis pelaksanaan pemilu, demonstrasi ke kantor Komisi Pemilihan Umum ( KPU ), Jalan Imam Bonjol 29, Jakarta Pusat. Mereka menamakan diri Gerakan Ganyang Mafia Hukum (GGMH), memprotes penggunaan tinta Pemilu 2014 yang mudah luntur.
Koordinator Aksi Torkis Parlaungan Siregar mengeluhkan kualitas tinta pemilu yang digunakan, sebagai penanda seseorang telah mencoblos. Berdasarkan temuan mereka di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur dan Majalaya, tinta yang digunakan mudah luntur jika dicuci dengan sabun biasa.
Massa aksi membawa beberapa kertas tuntutan. Di antaranya bertuliskan "Tinta Pemilu 1999 Terbukti Tahan 3 Hari, Tinta Pemilu 2004 Terbukti Luntur 3 Jam" dan "Potong Kelingking Saya Bila Tinta Pemilu Tahan 24 Jam".
Topik pilihan: Bawaslu | Quick Count Pemilu 2014
Terpisah, seorang warga Tangerang Tono (35) yang kebetulan berada di halte KPU , membantah kualitas tinta pemilu yang rendah. "Ini buktinya jari saya masih ada tintanya. Kemarin saya cuci dan gosok-gosok belum luntur," terang dia.
Aksi bisu yang berlangsung sekitar satu jam itu menyerukan tiga tuntutan. Mereka meminta KPK memeriksa pihak yang terkait pengadaan tinta pemilu, menghapuskan penggunaan tinta dalam pemilu/pemilukada, dan mencari alternatif alat penanda seseorang telah mencoblos selain tinta.
Laporan: Efendi AW
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya