Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akil Mochtar, sosok galak yang menangis saat ditangkap KPK

Akil Mochtar, sosok galak yang menangis saat ditangkap KPK Akil Mochtar. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Publik Tanah Air dikejutkan atas penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Akil dibekuk di rumahnya Jalan Widya Chandra III No 7, Jakarta Selatan, Rabu (2/10) sekitar pukul 22.00 WIB, bersama anggota DPR dari Partai Golkar Chairun Nisa dan seorang berinisial CN.

Selain Akil, Chairun Nisa dan CN, KPK juga menangkap Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Hamit Bintih (HB) dan DH, di salah satu hotel di kawasan Jakarta Pusat. Tak butuh waktu lama, KPK langsung menetapkan Akil cs sebagai tersangka karena diduga menerima suap sengketa pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Selama ini, Akil dikenal sebagai sosok yang keras dan galak. Akil bahkan kerap melontarkan pernyataan keras soal korupsi. Salah satu contohnya Akil sempat meminta agar para koruptor dipotong jarinya.

"Daripada harus dihukum tembak mati. Lebih baik dimiskinkan dan dipotong jarinya. Ketika berbaur di masyarakat, masyarakat tahu kalau dia adalah koruptor," kata Akil beberapa waktu lalu.

Akil mengakui bicara keras dan bersikap galak menjadi salah satu kelemahannya. Dia mengaku tak mau kompromi jika menyangkut tugas yang tengah diembannya. Bahkan, Akil tak segan untuk mengusir peserta sidang di MK dianggap mengganggu jalannya persidangan.

"Kalau di sidang juga guyon-guyon, kalau ada pihak enggak benar saya usir. Tidak ada urusan bagi saya. Bagi yang kalah bisa saja caci maki, menebarkan isu, fitnah, pasti. Tapi bagi yang menang puja-puji ke kita," kata Akil saat berbincang dengan merdeka.com, di ruang kerjanya, Selasa (9/4).

Karakter keras dan galak itu, diakui Akil, telah dimilikinya sejak dulu. Menurutnya, kesulitan hidup yang dialaminya sejak kecil menjadi tempaan yang membuatnya memiliki karakter tersebut.

"Karakter itu terbentuk secara keras karena dari kecil sudah mandiri dengan segala kesusahan kita, lalu kita bisa seperti ini. Mungkin banyak pula orang enggak berpikir, tapi nantilah kita jawab apa yang menjadi keraguan mereka," katanya.

Namun, karakter keras dan galak yang dimiliki Akil luntur saat dia ditangkap KPK. Akil justru sempat menangis saat petugas KPK menciduknya.

"Tadi yang bersangkutan menangis," tutur sumber di KPK, Kamis (3/10) dini hari.

Karakter keras dan galak rupanya bukan satu-satunya kelemahan yang dimiliki Akil. Godaan uang asing berupa dolar Singapura dan USD, rupanya menjadi kelemahan akut yang dimilikinya. Karier gemilang yang dirintisnya pun harus hancur akibat fulus.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP