Akibat kabut asap, pendapatan hotel di Palembang turun 20 persen
Merdeka.com - Kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumsel dalam kurun waktu dua bulan terakhir, membuat pendapatan bisnis hotel di Palembang menurun signifikan. Tercatat, presentase penurunan mencapai 20 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Erlan Aspiudin mengungkapkan, kabut asap menyebabkan jadwal penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, terganggu bahkan dibatalkan. Akibatnya berpengaruh terhadap agenda dan jumlah wisatawan yang urung berkunjung.
"Penerbangan terganggu akibat asap. Orang mau datang ke Palembang malas, imbasnya pendapatan dari kunjungan hotel menurun, ada 20-an persen," ungkap Erlan, Jumat (25/9).
Menurut dia, tingkat hunian hotel dan restoran bergantung pada banyaknya even. Ironisnya, ada beberapa even seperti seminar dibatalkan lantaran narasumber enggan datang ke Palembang.
"Kalo Palembang memang mengandalkan tamu dari luar, seberapa banyak kegiatan digelar. Tiga bulan ini minim sekali," kata dia.
Dia menambahkan, jika situasi ini berlangsung lama, tidak menutup kemungkinan banyak bisnis perhotelan yang stagnan bahkan terancam gulung tikar.
"Bayangkan, setahun ini kami ada pengurangan empat bulan, satu bulan kemarin karena puasa, tiga bulan ini karena asap," pungkas Erlan seraya menambahkan ada 139 hotel di Palembang.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya