Akbar kaget Agung Laksono dipanggil KPK
Merdeka.com - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung kaget mendengar Agung Laksono dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menko Kesra itu dipanggil KPK terkait kasus korupsi PON di Riau.
"Saya sendiri tentu kaget, tetapi KPK tentu memiliki dasar untuk memanggil seseorang," kata Akbar saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (3/7).
Akbar belum mengetahui pasti alasan pemanggilan Agung. Tetapi dia mempersilakan KPK menanyakan berbagai hal untuk kebutuhan penyidikan lebih lanjut.
"Bisa saja sekedar meminta keterangan, saksi bagi orang lain. Silakan ditanyai," ujar Akbar.
Meski sudah empat kader Partai Golkar berurusan dengan KPK, Akbar menilai semuanya tidak memiliki keterkaitan dengan pencalonan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden 2014.
Akbar tetap mengharapkan KPK menjaga profesionalitas kerja. Sebab, tidak ada lembaga lain yang menyamai KPK dalam menyelesaikan kasus korupsi di Indonesia.
"Mengenai momentum itu, saya tidak ingin berkata lain. Bisa saja hanya kebetulan. Terlalu jauh bila ada kesengajaan, saya yakin KPK bekerja dengan sungguh-sungguh," ujar Akbar.
Agung tak datang
Meski dipanggil untuk dimintai keterangan, Agung hari ini tidak memenuhi panggilan KPK. "Hingga tadi pukul 17.00 WIB, saya sudah cek belum ada kedatangan Agung Laksono ke kantor KPK," kata Johan Budi.
Selain Agung, Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh juga tak memenuhi panggilan KPK untuk memberikan kesaksian.
"Belum ada keterangan resmi soal ketidakhadiran mereka," terang Johan.
Johan menambahkan, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan ulang untuk kedua orang tersebut untuk bisa hadir dan memberikan kesaksian kepada penyidik KPK. Namun, pihaknya belum bisa menentukan waktu yang tepat pemanggilan kembali kedua orang tersebut.
Sebelumnya, KPK menjadwalkan pemanggilan kedua orang tersebut untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap PON Riau. Keduanya menjadi saksi untuk tersangka Lukman Abas. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya