Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akan dibawa ke Bengkulu, Novel Baswedan marahi penyidik Bareskrim

Akan dibawa ke Bengkulu, Novel Baswedan marahi penyidik Bareskrim Novel Baswedan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Penyidik KPK Novel Baswedan berencana akan dibawa ke Bengkulu oleh penyidik Bareskrim Polri untuk penyerahan tahap kedua. Ia akan diterbangkan melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Pantauan merdeka.com, Novel yang saat itu usai melakukan salat Dzuhur di Masjid Kejaksaan Agung langsung digelandang penyidik untuk masuk ke dalam mobil. Namun, ia tampak emosi lantaran penyidik memaksa dirinya dengan memegangi lengan kanan Novel.

Ia pun meradang. "Jangan paksa-paksa saya dong. Saya ini kan tidak ditahan, tidak di tangkap, jadi jangan maksa-maksa saya lah. Mengerti kan?" ujar Novel di Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (3/12).

Mendengar protes Novel, penyidik yang sempat memegangnya langsung melepas genggamannya.

Rupanya, sebelum diberangkatkan ke Bengkulu, Novel mampir terlebih dahulu ke Mabes Polri. Setelah beberapa menit di dalam, Novel keluar dengan penuh senyum dan memeluk satu persatu tim pengacaranya.

"Saya berangkat ke Bengkulu, doakan Insya Allah semoga lancar," ujarnya di Bareskrim Mebs Polri.

"Saya belum tanda tangan apapun," tambahnya.

Dari keterangan salah satu tim pengacaranya, Novel berangkat ke Bengkulu dengan lima orang. "5 orang yang berangkat. 2 Pengacara, 2 KPK dan Novel," kata salah satu tim pengacara.

Novel langsung berangkat menaiki mobil Inova Hitam dengan no polisi B 1948 KZT dan diikuti oleh Inova warna abu-abu dengan no polisi B 245 KIA.

Sebelumnya, kasus Novel sempat dihentikan oleh mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk meredakan gesekan antara Polri dan KPK. Namun, belakangan kasus ini kembali dibuka. lantaran sudah mendekati masa kadaluwarsa penyidikan.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP