Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ajudan Kapolres Cilegon tertembak senjata milik Kapolres Serang

Ajudan Kapolres Cilegon tertembak senjata milik Kapolres Serang Ilustrasi senjata api. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Tertembaknya ajudan Kapolres Cilegon bernama Brigadir Iip Hetami, dikarenakan sang anggota kepolisian yang tak paham bagaimana memperlakukan senjata api jenis glock. Hal tersebut diungkapkan Kapolda Banten, Brigjen Boy Rafli Amar.

"Kelalaian petugas (polisi). Mungkin tidak terbiasa memegang senjata, lalu mengamankan senjata tidak biasa. Lalu memberlakukan senjata glock dengan revolver berbeda. Pelurunya juga sensitif," kata Kapolda Banten, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Senin (21/12).

Saat ditanya oleh sejumlah wartawan terkait pemilik senjata glock tersebut Boy membenarkan bahwa senjata tersebut milik Kapolres Serang, AKBP Nunung Syaifuddin yang sedang dipegang oleh ajudannya, Briptu Sutarjo Hutomo. Namun Kapolda membantah bahwa pihaknya juga memeriksa Kapolres Serang terkait peristiwa tersebut.

"Waktu itu kan disimpan di mobilnya (Kapolres). Cara memperlakukannya tidak benar. Nanti kena sidang disiplin," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, di saat para petinggi di jajaran Polda Banten sedang menggelar rapat persiapan pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru, Sabtu (19/12) pekan lalu, di Mapolda Banten, seorang ajudan kapolres di Banten dikabarkan tertembak oleh sesama ajudan kapolres.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP