Ajak Mandi Bareng Ditolak, Suami di Lebak Gergaji Muka Istri
Merdeka.com - Seorang wanita paruh baya berinisial MM warga Kampung Rancagawe, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten, mengaku menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang dilakukan oleh suaminya ADF (36).
Berdasarkan pengakuan korban, suaminya kerap melakukan kekerasan hanya karena masalah sepele sejak menikah. Bahkan korban pernah dianiaya karena menolak diajak mandi bareng oleh sang suami. Hingga suaminya tega menggergaji muka korban.
"Sudah lima kali (dianiaya) sama sekarang. Di rumahnya (tempat kejadian). Yang kelima dipukul, yang pertama digergaji, terus," kata MM kepada wartawan di Mapolres Lebak, Jumat (21/5).
MM mendatangi Polres Lebak untuk melaporkan penganiayaan yang diterimanya kepada polisi. "Iya ingin diproses aja," ujar dia.
Kanit PPA Polres Lebak Ipda Reza Kurnia membenarkan sudah menerima laporan korban terkait kasus dugaan KDRT tersebut. "Sudah buat laporan kang, hari ini naik sidik," kata Reza.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya