Ajak istri pergi dinas, cara jitu hindari perselingkuhan
Merdeka.com - Publik Indonesia saat ini dihadapkan kenyataan pahit, pejabat pemerintah yang harusnya menjadi pelayan masyarakat dan menjadi contoh baik. Justru meninggal saat menjadi pelayan nafsu. Seperti baru-baru ini, kasus tewasnya Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kemenparek Turman Siagian di kamar hotel Hotel Arya Duta yang diduga usai berkencan dengan seorang wanita.
Menurut sosiolog Musni Umar, adanya kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh pejabat setidaknya didasarkan pada dua hal. Pertama kebiasaan selingkuh memang sudah menjadi watak pejabat tersebut. Kedua karena faktor kesepian dan perasaan tidak puas dalam berhubungan badan dengan istrinya.
"Jadi ketika dia tidak berada di rumah, atau lagi dinas di luar kota, maka pejabat tersebut akan mencari perempuan lain," ungkap Musni kepada merdeka.com, Senin (30/4).
Karena yang melakukan adalah pejabat, orang yang memiliki kedudukan lebih terhormat di masyarakat. Maka tidak menutup kemungkinan masyarakat yang pola fikirnya beragam, akan mencontoh apa yang dilakukan pejabat tersebut.
"Ibaratnya kalau guru kencing berdiri, murid justru kencing berlari," lanjutnya.
Musni menyarankan agar kasus perselingkuhan para pejabat tidak kembali terulang lagi, maka sangat penting membawa istri ketika dinas keluar kota.
"Ya bawa aja istrinya untuk mendampingi, menjaga kesehatannya. Sebaiknya pejabat memberikan contoh dan tauladan yang baik supaya bisa di ikuti masyarakat," kata Musni. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya