AirNav Sebut Konstruksi 34 Bandara di Indonesia Rawan Gempa
Merdeka.com - Sebanyak 34 bandara di Indonesia rawan terdampak gempa bumi. Salah satu sebabnya, struktur bangunan masih menggunakan kontruksi lama yakni beton.
"Kita sudah mencari beberapa titik rawan gempa. Supaya tahan gempa secara bertahap akan bangun dengan kontruksi baja semua. Di atas baja, itu lebih aman, hitungannya di atas radius 10 meter radialnya. Agar tahan gempa dindingnya punya ketebalan hampir 20 sentimeter," kata Direktur Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi (AirNav) Indonesia, Novie Riyanto di Semarang, Senin (21/1).
Mengatasi kondisi itu, Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi (AirNav) Indonesia mulai mengubah desain kontruksi menara pengawas bandara agar tahan gempa.
"Pastinya buat biaya tinggi, sebab ada semacam batu yang ditanam di situ dengan desain tower yang agak melebar," tuturnya.
Tahap awal, pembangunan menara bandara akan dimulai dari bandara di Palu. Menara di bandara itu roboh saat gempa mengguncang pada Oktober lalu.
"Di Palu sendiri masih nanti dibuat kontruksi baja," katanya.
Meski begitu, Novie menyebut ada beberapa bandara aman terhadap guncangan gempa seperti bandara di Pontianak.
"Satu bandara yang aman dari gempa yakni Bandara Supadio Pontianak salah satu aman dari gempa. Sebab posisi di tengah pulau Kalimantan," jelasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya