Airlangga dan MUI Bahas Kondisi Ekonomi Terkini
Merdeka.com - Di tengah wacana perekonomian global yang semakin memerlukan penyesuaian di tahun 2023, Majelis Ulama Indonesia (MUI) merasa perlu mendapatkan pencerahan dan pemaparan dari sosok yang berkompeten dalam menjawab pertanyaan ini yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto.
Airlangga kemudian memenuhi undangan MUI. Dia berkesempatan mengunjungi kantor MUI di Jalan Proklamasi 51, Jakarta pada Selasa (11/10). Kedatangannya langsung disambut oleh para pimpinan MUI.
“Kami berterima kasih sekali Pak Menko berkenan hadir di sini. Padahal awalnya kami yang ingin silaturahim untuk mendapatkan update terkini terkait kondisi perekonomian. Eh malah Pak Menko yang hadir sambil menikmati makanan nasi kotak. Kami apresiasi sekali,” kata Dewan Pengawas MUI, KH Zaitun Rasmin dalam keterangannya, Selasa (11/10).
Mengawali pertemuan tersebut, Airlangga memaparkan, dunia saat ini tengah dihadapkan pada The Perfect Storm atau 5C, yakni Covid-19, Conflict, Climate Change, Commodity Prices, dan Cost of Living.
Dalam menghadapi tantangan dan ketidakpastian global yang semakin kompleks, Airlangga menekankan pentingnya persatuan dan kolaborasi. Baginya, persatuan adalah komoditas yang langka dan fundamental.
Persatuan dapat menguatkan Bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan dari berbagai sisi sebagaimana yang sudah dilalui pada awal masa pandemi Covid-19. Salah satu elemen kunci persatuan ini ialah para ulama.
Selain itu, Airlangga juga mengemukakan pandangannya terkait perekonomian nasional. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang berperan penting dalam masa pemulihan ekonomi nasional. Lebih lanjut, UMKM telah memberikan kontribusi mencapai 61% terhadap PDB Nasional dan menyerap 97% dari total tenaga kerja.
Senada dengan itu, MUI memiliki kesamaan pandangan dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas menyampaikan pesan agar pemerintah lebih memperhatikan usaha mikro dan ultra mikro yang jumlahnya sangat besar.
Pemerintah melalui Kemenko Perekonomian RI dan KPC-PEN telah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa bunga kepada 10 juta usaha mikro dan ultra mikro. Sementara untuk usaha kecil diberikan kredit bersubsidi dengan bunga hanya 3%. Pada 2023 mendatang, pemerintah akan menaikkan jumlah kredit rakyat hingga Rp460 triliun, terutama untuk bidang pertanian.
Airlangga melihat peran serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam mendorong pertumbuhan UMKM sangatlah strategis melalui kemudahan sertifikasi halal MUI. UMKM kita hari ini masih memerlukan dukungan sertifikasi halal selain usaha dengan skala lebih besar lainnya.
“Ulama adalah sahabat kita semua”, pungkasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya