Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aiptu Tasripin, polisi penolong pengendara yang kehabisan bensin

Aiptu Tasripin, polisi penolong pengendara yang kehabisan bensin Aiptu Tasripin polantas beri bensin. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Di tengah teriknya matahari, Aiptu Tasripin sibuk mengatur padatnya lalu lintas di kawasan Stasiun Senen, Jakarta Pusat. Saking panasnya, sesekali dia menyeka keringat yang membasahi wajahnya. Meski begitu, dia tetap harus melawan panasnya sinar matahari demi menjalankan tugasnya.

Tidak sulit menemui sosok polisi berusia 45 tahun ini. Biasanya Tasripin selalu bersiaga di sekitar Stasiun Senen. Dia sadar betul tugasnya sebagai polisi. Utamanya soal membantu masyarakat. Untuk urusan yang satu ini, dia punya cara sendiri.

Sejak dua tahun terakhir, dia rajin memberi bensin jika kebetulan berpapasan atau menemukan pengendara sepeda motor yang bernasib apes kehabisan bensin di jalan. Saat berbincang dengan merdeka.com, Tasripin menceritakan, sejak SPBU di Kawasan Kwitang ditutup, dia banyak menemukan pengendara sepeda motor yang bernasib sial lantaran kehabisan bensin.

Mereka berjalan kaki dan mendorong motor cukup jauh untuk bisa menemukan SPBU atau minimal menemukan penjual bensin eceran. Dari situ hatinya mulai tergerak untuk memberi dan menyisikan bensin motornya untuk membantu pengendara yang kehabisan bensin.

Di motor dinasnya selalu tersedia selang dan botol kecil. Jika berpapasan dengan pengendara yang kehabisan bensin, Tasripin langsung beraksi. Dia tak segan-segan menghisap ujung selang untuk memancing bensin dari motornya. Lantas bensin itu dimasukkan ke dalam botol yang sudah disiapkan.

"Bensinnya saya kasih ke pengendara yang mogok itu. Ya..tidak banyak sih ngasihnya tapi minimal dia bisa naikin motornya sampai pom bensin. Kasihan kan kalau dorong jauh banget," ujar Tasripin saat berbicang dengan merdeka.com di Jakarta, Jumat (20/11).

Baginya, polisi adalah pengayom masyarakat. Karena itu tugasnya tidak hanya berdiri di pinggir jalan, meniupkan peluit dan mengatur lalu lintas, tapi juga membantu dari hal kecil.

"Tidak ada salahnya membantu sesama, selagi itu bermanfaat dan tidak merugikan pihak manapun. Yang penting kuncinya ikhlas," tegasnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP