Ahok tolak siswa mampu bikin KJP demi gratis naik Transjakarta
Merdeka.com - Salah satu fasilitas yang diberikan Pemprov DKI kepada siswa tidak mampu pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) adalah gratis naik bus Transjakarta saat jam berangkat dan pulang sekolah. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan akan menolak para siswa yang mampu untuk mendaftar program KJP demi gratis naik Transjakarta.
"Kalau masih banyak siswa yang tadinya mampu terus mau mendaftar KJP karena mau gratis naik (Transjakarta), itu akan kita tolak," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (25/8).
Ahok memaparkan, sebenarnya ke depan kalau siswa mampu mau buka tabungan, asal dia buka di Bank DKI, bisa saja para siswa mampu gratis naik Transjakarta. Namun, Pemprov akan menghitung dulu siswa mampu yang naik Transjakarta, saat berangkat dan pulang sekolah.
"Bukan soal uangnya, kami juga akan gratiskan mereka. Jadi prinsipnya ke depan, seluruh pelajar di Jakarta mampu atau tidak mampu bisa naik bus tidak perlu bayar. Ini sebetulnya cara untuk mendorong agar enggak usah bawa kendaraan atau diantar orang tua," ujar Ahok.
Ahok mengaku belum memberlakukan kebijakan gratis naik Transjakarta bagi seluruh pelajar di Jakarta, karena khawatir pelayanan TransJakarta terganggu apalagi di jam sibuk di pagi hari. Ditambah, jumlah busnya belum cukup.
"Tapi kalau sudah cukup, kan kita beli terus nih busnya, nah kalau cukup kita harapkan kayak yang di Ungaran, Karoseri Laksana, dia baru mampu produksi satu hari satu gandeng. Sudah lumayan," ucapnya.
Ahok menginginkan, untuk mempercepat pengadaan bus Transjakarta, tidak semuanya diproduksi lokal tapi sebagian impor. "Kalau ini bisa masuk yang lokal produksi karoseri lokal, kita akan mulai terapkan untuk TNI Polri kan sudah (gratis), tinggal mereka proses kartu combo," tutupnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya