Ahok nilai Kadis Kebersihan DKI ditipu anak buahnya
Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas dicurangi para bawahannya terkait laporan jumlah Pekerja Harian Lepas (PHL) di Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Ahok mendapat laporan uang gaji para PHL tersebut ada yang masuk ke kepala seksi.
"Yang terjadi ada laporan uang yang dikirim masuk ke kepala seksi. Uang gaji orang-orang itu dibayar penuh, tapi mereka digajinya tidak penuh. Nah, uangnya lari ke mana. Selisihnya bisa Rp 400 juta. Rp 400 juta pesta pora dong bagi-bagi. Makanya harus transparan," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (9/5).
Ahok menilai Kadis Kebersihan DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas dan Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Aji merupakan orang baik yang diangkat oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Menurut Ahok, kedua petinggi Dinas Kebersihan DKI tersebut belum mengetahui adanya kecurangan yang dilakukan para bawahannya.
Ahok mengatakan tidak memarahi Kadis Kebersihan DKI. Mantan bupati Belitung Timur ini cuma kesal dengan Kepala Bidang Pengendalian Kebersihan Made Indrayasa yang masih menyewakan truk-truk angkut sampah dari swasta dan dihitung dari per angkut sampah setiap harinya.
"Sebenarnya sih saya enggak marahin dia (Tyas), saya marahin si Made yang nyewa-nyewain itu. Kan konyol tuh, saya gak mau lagi pake sistem hitungan absen, saya maunya per wilayah. Saya tanya berapa lama (kasih daftar PHL)? Bu Tyas menjawab tiga hari bisa Pak. Nah, dia (Made) bilang dua minggu, kita tungguin dua minggu. Di sini itu mesti sabar banget tau enggak," pungkas dia.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya