Ahok geram dapat keluhan warga pakai BPJS dipersulit rumah sakit
Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama tidak hanya menerima pengaduan mengenai banjir dan pendidikan. Ada beberapa di antara mereka tengah menderita sakit dan meminta solusi kepada mantan Bupati Belitung Timur itu.
Salah satunya, Siti Aisah mengaku terkena stroke bersama sang suami. Dia mengadukan nasibnya lantaran masih harus dikenakan biaya sekitar Rp 700.000 padahal sudah memakai kartu BPJS.
"Saya dikenakan biaya mahal terus diberi infus tapi enggak dipakai, apa memang seperti itu ya pak?," tanyanya kepada Basuki atau akrab disapa Ahok itu di Rumah pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/12).
Mendengar keluhan tersebut, mantan politisi Gerindra itu langsung meminta stafnya untuk memeriksa prosedur perobatan Siti. Sebab, menurutnya, jika sesuai prosedur tidak ada biaya yang dikenakan kepadanya.
"Ini kamu urus ini. Kadang kadang mohon maaf ya, dulu banyak Askes bangkrut karena ada oknum perawat memang kasih infus berlebih. Jadi ini perlu kita cek," tegasnya.
Selain itu, Ahok juga mendapatkan keluhan dari Joni yang pernah berobat di RSUD Koja. Joni mengadu karena dikenakan penebusan obat di luar Rumah Sakit. Bapak tiga orang anak ini sempat emosi mendengarnya dan lagi-lagi meminta stafnya untuk menelusuri.
"Aku gemes ini, harus ditelusuri mungkin dokternya enggak benar atau seperti apa supaya enggak ada kejadian begini lagi," tegas Gubernur DKI Jakarta non-aktif ini.
Selain mengadu, ada pula warga yang mengucapkan terimakasih ke Ahok karena dibebaskan biaya cuci darah. Meywha warga Kelapa Gading datang berkursi roda dan meminta agar Ahok terpilih lagi.
Ahok meminta warga mencontoh Meywha untuk mempergunakan BPJS. "Makanya saya bilang Bapak Ibu harus percayakan kesehatan dengan BPJS. Supaya kesehatan kita terjamin dengan sistem urunan. Uang yang tidak terpakai bisa untuk yang membutuhkan," tutupnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya