Ahli toksikologi: Sianida lebih larut dari gula & garam
Merdeka.com - Kepala bidang ilmiah ahli forensik (Ahli toksikologi forensik) Bareskrim Polri, Kombes Pol Nursamran Subandi (53) menjalani kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Nursamran mengungkapkan, zat sianida jauh lebih mudah larut dibanding gula.
"Lebih bagus dari gula dan garam. lebih mudah larut, yang mulia," kata Nursamran dalam sidang di PN Jakarta Pusat, Rabu (3/8).
Meski demikian, ungkap Nursamran, untuk pelarutannya itu sendiri sianida tetap harus diaduk seperti gula dan garam.
"Nah saat diaduk, dia mudah berubah warna, sangat bereaksi," jelasnya.
Menurut Nursamran, pihaknya sempat menguji zat sianida dengan segala perlengkapannya di Kafe Olivier seperti kopi Vietnam.
"Jadi kami langsung melakukan pengujian warna semua dari Olivier seperti kopi. Kami masukkan 5 gram sianida seperti yang diungkapkan kejadian, dan memang tampilannya seperti itu," jelas Nursamran.
"Baunya enggak enak. Jadi waktu itu kami coba cium juga baunya, enggak enak. Bau lain dari kopi. Kalau reaksi untuk orang lain, tergantung orangnya, kalau dia cium dekat bisa mual, bisa muntah tergantung intensitas kedekatan dia. Tapi kalau ditetes ke tangan bisa panas melepuh dan gatal-gatal," tutupnya.
Sebelumnya, ahli forensik Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Slamet Purnomo yang juga menjadi saksi dalam persidangan hari ini mengungkapkan, sebanyak 0,2 miligram per liter zat sianida terdapat dalam lambung mendiang Wayan Mirna salihin. Akan hal itu, ia yakin bahwa zat itulah yang menyebabkan Mirna meregang nyawa.
(mdk/sho)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya