Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Agus Supriatna harap program Restra TNI AU diteruskan Marsekal Hadi

Agus Supriatna harap program Restra TNI AU diteruskan Marsekal Hadi Jokowi lantik Hadi Tjahjanto jadi KSAU. ©2017 merdeka.com/titin supriatin

Merdeka.com - Marsekal Hadi Tjahjanto resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) menggantikan Marsekal Agus Supriatna. Agus berharap, Hadi Tjahjanto bisa melanjutkan Rencana Strategis TNI AU 2015-2019 yang berasal dari kajian internal TNI AU dan disetujui Markas Besar TNI dan Kementerian Pertahanan.

"Sudah kita rencanakan di Renstra (Rencana Strategis), mudah-mudahan itu diteruskan karena buat rencana strategis itu tidak mudah. Semua stakeholder, semua personel ikut dalam membuat rencana strategis," kata Agus di Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/1).

Disinggung soal sosok Hadi Tjahjanto, Agus tak ingin menanggapi. "Tanya sendiri (sama Hadi Tjahjanto), kok saya nilai orang," dalihnya.

Agus juga tak ingin menanggapi soal pergantian Kepala Staf di jajaran TNI yang tidak berbarengan.

"Tanya Pak Presiden," singkatnya.

Untuk diketahui, ada beberapa hal yang menjadi fokus utama Rencana Strategis TNI AU 2015-2019. Pertama, pengganti F-5E/F Tiger II di Skuadron Udara TNI AU 14, yang diproyeksikan pada dua kandidat utama, yaitu Sukhoi Su-35 Super Flanker buatan Rusia, dan F-16 Viper buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat. Yang pertama bermesin dua, dan yang kedua bermesin tunggal.

Kedua, pemutakhiran armada pesawat angkut berat sekelas C-130 Hercules. Sejauh ini ada dua skuadron udara TNI AU yang mengoperasikan pesawat militer di kelas ini, yaitu Skuadron Udara 31 (Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta), dan Skuadron Udara 32 (Pangkalan Udara Utama TNI AU Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur).

Disepakati, yang akan dihadirkan adalah C-130H Hercules, karena C-130B Hercules (bodi pendek, secara mudah), sudah tidak mumpuni dari sisi performansi, keandalan, dan teknologi.

Ketiga, pemutakhiran pesawat latih jet T-50i dari Korea Aerospace Industry, Korea Selatan. TNI AU sudah punya 16 unit T-50i Golden Eagle ini, sehingga sebagai skuadron udaranya, kekuatannya terbilang lengkap, yang dimasukkan ke dalam Skuadron Udara 15 TNI AU, di Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur.

Keempat, penambahan pesawat latih dasar Grob G-120TP dari Jerman, yang dimasukkan di Skuadron Udara 202, yang adalah skuadron udara pendidikan calon perwira penerbang berpangkalan di Pangkalan Udara Utama Adi Sucipto, Yogyakarta. Grob G-120TP pengganti AS-202 Bravo, yang telah berkiprah sejak dasawarsa ’70-an.

Kelima, penambahan KT-1B Wong Bee, buatan Korea Aerospace Industry, Korea Selatan. Pesawat terbang mesin turbo piston berbaling-baling ini tergabung ke dalam Skuadron Udara 201, yang juga skuadron pendidikan calon perwira penerbang, dan juga di Yogyakarta.

Keenam, helikopter angkut berat dan helikopter kepresidenan/VIP, yang berbasis Agusta Westland AW-101 Merlin. Diproyeksikan enam unit AW-101 dibeli baru untuk skuadron udara angkut berat dan tiga untuk Skuadron Udara 45 VIP.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP