Agar tak dipakai mesum, harus ada aturan khusus bilik warnet
Merdeka.com - Polisi dan Satpol PP di beberapa daerah kini sedang gencar melakukan razia pelajar di sejumlah warnet. Tak jarang dalam razia itu, polisi dan Satpol PP kerap menemukan pasangan pelajar atau mahasiswa sedang berduaan di bilik warnet.
Menurut Sosiolog dari UIN Syarif Hidayatullah Musni Umar, fenomena mesum di bilik warnet, itu sebagai tanda kehancuran moral anak-anak dan masyarakat. Pertama, kata dia, warnet berfungsi sebagai tempat memperoleh informasi agar mereka bisa mengetahui informasi terkini dalam berbagai bidang.
"Tapi justru warnet dijadikan tempat berkenalan dengan pasangan. Tak hanya itu, tapi mereka juga melakukan hal-hal yang tidak baik. Dan itu rata-rata dilakukan anak-anak dan pelajar," kata Musni kepada merdeka.com, Sabtu malam (29/9).
Kedua, dia menjelaskan, ini bukan murni kesalahan anak-anak, tapi orang-orang tua juga harus disalahkan. Sebab, selama ini para orang tua itu terkesan tak peduli dengan anak-anak. Mereka membiarkannya berlama-lama di warnet tanpa dipantau.
Bahkan setelah keluar dari warnet, para orang tua juga terkesan tidak peduli. "Maka ketika anak bolos sekolah ke warnet, anak berbuat apa saja di warnet, para orang tua tidak tahu, bahkan tidak mau tahu," ujar Muni Umar.
Dia melanjutkan, "hilangnya tanggungjawab kedua orang tua terhadap anak, itu memperburuk kerusakan moral anak-anak kita."
Ketiga, masalah lingkungan, termasuk di warnet. Menurut dia, tidak seharusnya warnet yang seharusnya berfungsi sebagai tempat mendapatkan informasi diubah menjadi tempat yang rawan digunakan mesum. Misalnya, pemilik warnet memfasilitasi dengan bilik-bilik tertutup.
"Seolah-olah masalah ini hal yang biasa yang terjadi di manapun. Bilik-bilik tertutup yang terbukti dijadikan tempat mesum harus dibongkar, desainnya diubah terbuka kayak di kantoran," tukasnya.
Dengan demikian, hal itu bisa mencegah adanya peluang untuk berlaku mesum di tempat warnet. "Ini pemilik warnet harus sadar, bahwa ada masalah yang terjadi. Janganlah warnet dijadikan sebagai sarana berbuat mesum. Sebenarnya kalau semua menyadari ya sudah dibuka semuanya, sehingga semua orang leluasa bisa saling melihat," ujarnya.
Solusi lain, harus ada aturan khusus tentang usaha warnet, termasuk soal-soal yang mengatur tentang bilik warnet. Aturan menurut dia macam-macam, bisa berupa perda, pergub, atau sekadar aturan masyarakat sekitar warnet; dari camat, lurah atau RT dan RW. Tujuannya agar warnet bisa dikontrol oleh masyarakat.
Masyarakat bersama lurah, camat atau RT dan RW harus blusukkan memantau warnet-warnet di daerahnya agar praktik mesum anak-anak atau mahasiswa bisa diminimalisir. Aturan itu, dia mengimbuhkan, juga menghindarkan warnet dari amuk masyarakat. Misalnya warnet yang imagenya sudah menjadi tempat mesum, kemudian didemo lalu diamuk massa.
"Saya mendukung kalau ada aturan-aturan khusus, karena ini memang berbahaya bagi anak-anak di Indonesia. Tapi yang paling penting, dan paling bertanggung jawab itu peran orang tua," tuturnya. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya