Agar Hak Bermain Anak Tidak Terabaikan Saat Pandemi Corona
Merdeka.com - Pandemi Covid-19 buat warga tidak bebas beraktivitas. Tidak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak.
Mereka tidak pergi ke sekolah, melainkan belajar di rumah. Bahkan bermain juga di rumah. Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar menjelaskan saat ini hak anak rentan terabaikan lantaran diam di rumah.
"Dunia anak-anak dunia bermain, di awal mereka senang tinggal di rumah, sibuk di luar rumah, tapi kok lambat laun tugasnya tidak sesuai harapan lalu kemudian punya hak, tetapi hak itu sering kali benturan dengan kepentingan yang lain," kata Nahar dalam siaran teleconference bertajuk 'Cara Anak-anak menghadapi Covid-19' di Kantor BNPB, Jakarta Pusat, Minggu (3/5).
Nahar mengatakan saat ini orang tua harus waspada. Perlu ada cara agar anak tidak merasa diambil haknya untuk bermain.
"Perlu ada cara-cara untuk mengatasi dan mewaspadai hal tersebut, salah satunya yaitu dengan mendongeng serta lakukan komunikasi orang tua penuh variasi pada anak," kata Nahar.
Dengan cara tersebut, kata Nahar, pola kejenuhan dan kebosanan akibat pandemi wabah corona dapat teratasi. Sehingga tidak terjadi dampak buruh yang tidak diinginkan.
"Dengan kehangatan ini jadi sebuah pola untuk mensiasati kebosanan, dampak buruk lainnya," ujar Nahar.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya