Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Advokat dampingi pengunggah video suap, polisi yakin tak bakal kalah

Advokat dampingi pengunggah video suap, polisi yakin tak bakal kalah Adlun Fiqri. ©2015 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Perbuatan mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Provinsi Maluku Utara, Adlun Fiqri, yang mengunggah video berjudul 'Kelakuan Polisi Minta Suap di Ternate di situs berbagi video YouTube, berbuntut panjang.

Alih-alih ingin memperlihatkan kepada masyarakat tentang kenakalan polisi, dia malah dijebloskan ke dalam penjara lantaran dituduh mencemarkan nama baik Polri.

"Benar (ditahan) kasusnya masalah penyebaran video tidak sesuai fakta, pencemaran dan itu diatur dalam UU ITE," ujar Kapolres Ternate, AKBP Kamal Bachtiar, saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis lalu.

Tidak terima mahasiswanya dijadikan tersangka, pihak Unkhair menyiapkan bantuan hukum buat membela Adlun.

"Kami memiliki Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) untuk membantu melakukan pendampingan apabila diminta Aldun yang ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Ternate karena mengunggah seorang oknum Polantas menerima suap saat menilang pengendara roda dua," kata Rektor Universitas Khairun (Unkhair), Maluku Utara, Prof DR Husen Alting, di Ternate, kemarin.

Husen mengatakan, kasus menjerat Adlun masih dikategorikan sebagai tindak pidana biasa, dan tidak ada kaitannya dengan Unkhair. Namun, Unkhair memiliki PKBH dan terbuka. Siapa saja bisa memanfaatkan meminta bantuan lembaga hukum di Fakultas Hukum, dengan syarat yang bersangkutan tidak mampu.

"PKBH sudah banyak membantu mereka yang membutuhkan kuasa hukum saat proses persidangan," ujar Husein. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP