Adu kerbau, ajang silaturahmi warga Cigudeg Bogor

Reporter : Beni Rakasiwi | Rabu, 5 September 2012 04:26




Adu kerbau, ajang silaturahmi warga Cigudeg Bogor
kerbau. shutterstock

Merdeka.com - Selama ini kerbau hanya dikenal sebagai hewan yang digunakan untuk membajak sawah dan dijual untuk dimanfaatkan dagingnya. Namun bagi warga di Cigudeg, Kabupaten Bogor, kerbau ternyata memiliki peran tersendiri.

Pasca Idul Fitri 1433 H, tradisi adu kerbau kembali digelar di tengah persawahan milik petani di Kampung Ciasahan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Selasa (4/9).

Selain bisa menaikkan harga kerbau, tradisi tersebut juga untuk adu kehormatan antar pemilik kerbau. Selain itu tradisi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Bogor.

Tradisi adu kerbau ini diselenggarakan oleh warga tiga desa di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Sebanyak empat kerbau jantan beradu kepala di hamparan lahan sawah milik para petani.

Ada dua jenis kerbau yang ikut dalam tradisi ini, yakni jenis bule dan jenis plen atau jantan. Dalam adu kerbau tersebut, sebelum bertanding para kerbau ini dimandikan terlebih dahulu agar segar saat bertarung.

Adu kerbau ini juga diiringi oleh kesenian pencak silat dan gendang penca. Warga juga menggelar ritual terlebih dahulu agar lancar dalam pelaksanaan acara tersebut.

Tradisi yang digelar sejak tahun 1980 ini juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi. Kerbau yang menang sudah pasti harganya akan naik. Selain harga, kehormatan pemilik kerbau yang juga juga pasti terdongkrak antar para pemilik. Dalam acara tersebut dihadiri oleh ribuan pengunjung dari berbagai desa. Mereka sangat antusias untuk menyaksikan tradisi adu kerbau tersebut.

Sementara itu dalam pelaksanaan ini pihak penyelenggara juga meminta sumbangan seikhlasnya kepada warga yang menonton. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan lima desa.

Junaedi (45) panitia penyelenggara mengatakan, tradisi tersebut harus dijaga dan dilestarikan, agar anak cucu warganya bisa tetap menikmati tradisi tersebut.

"Ini merupakan peninggalan nenek moyang kami dan harus dilestarikan," katanya.

Tradisi adu kerbau yang pertama di pulau Jawa ini hingga kini tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Padahal jika dilestarikan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan atau menjadi kebudayaan khususnya di suku sunda.

[hhw]

KUMPULAN BERITA
# Budaya

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Wapres Boediono: Kekerasan dan terorisme bukan ajaran Islam
  • Alex - Novita akan menikah di tempat Yesus lakukan pemberkatan
  • Bawa sabu dan ekstasi, WN Malaysia dibekuk di Bandara Kualanamu
  • Perdana menteri Thailand minta nasihat peramal
  • Bertahan dengan mesin diesel, Renault hadirkan Duster 4x4
  • Kasad minta Polisi jangan takut bertugas pasca bentrok TNI-Polri
  • Tessa Kaunang: Suami baru, ntar dulu keleus
  • Udar tersangka baru kasus pengadaan bus gandeng Transjakarta
  • Sidang lanjutan, pembunuh Ade Sara dicecar bukti "WhatsApp"
  • Tuang air dari kendi, Wapres buka MTQ Internasional di Palembang
  • SHOW MORE