Adik Kandung Korban Sempat Punya Firasat Sebelum Dufi Tewas
Merdeka.com - Muhammad Ali Ramdoni adik kandung dari almarhum Abdullah Fitri Setiawan memiliki firasat sebelum almarhum meninggal. Abdullah ditemukan tewas di dalam drum plastik berwarna biru di Kawasan Industri Kembangkuning, Kampung Narogong, RT 10, RW 03, Desa Kembangkuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Ini sebenarnya ada firasat, cuma kita enggak gitu. Beliau ngirim WhatsApp hari Rabu atau Kamis, beliau bilang mengundang kakak, atau ibu semua hari Ahad jam 11 sampe selesai untuk tasyakuran, rupanya itu benar jam 11 beliau diambil oleh Allah," kata Ramdoni kepada wartawan, Senin (19/11).
Doni mengaku terakhir bertemu dengan Duffi sapaan akrab korban pada saat Idul Adha atau lebaran haji tahun lalu. Dan saat itu ia melakukan kurban yang memang rutin ia lakukan selama lebaran haji.
"Kami terakhir ketemu almarhum pada saat Lebaran Haji, kami potong hewan kurban, kan kami beliau sebagai ketua yayasan juga ya, karena almarhum bapak memiliki yayasan di daerah Lano dan beliau melanjutkan. Nah kita potong-potong kurban pas ketemu ya biasa bercanda. Tapi sehari-hari kita bicara melalui Whatsapp dan grup keluarga," ujarnya.
Selain itu, pihak keluarga sempat merasa terkejut karena pada Minggu (18/11) pagi rumahnya itu disambangi oleh aparat kepolisian. Terlebih, istri dari korban sempat menelepon dirinya dan mengasih tahu kalau korban tak pulang sudah dua hari yakni Sabtu-Minggu.
"Kalau menghilang beliau sering kali bekerja melewati batas waktu kerja tapi biasanya tidak lama, entah hari Sabtu atau Ahad pagi pasti pulang. Tapi kami kaget pas pada Ahad pagi keluarga almarhum didatangi oleh pihak kepolisian dari Polsek," ungkapnya.
"Pada hari ahad kami sebagai adiknya ditelepon oleh istri almarhum bahwa almarhum sudah dua hari enggak pulang tetapi yang bikin saya kaget ada pihak kepolisian yang dateng. Saya tidak bisa menduga apapun, saya cuma tanya pihak kepolisian, pak ada apa dengan kakak saya, polisi : sudah kami tunggu di Serpong," sambungnya.
Lebih lanjut, ia pun bersama dengan pihak keluarga lainnya mendatangi RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Hal itu diminta pihaknya kepolisian untuk membantu proses identifikasi jasad korban.
"Saat kami datang akhirnya pihak kepolisian menyampaikan apa yang beliau lihat di TKP dan akhirnya kami sedikit tidak percaya tapi kepolisian mengatakan kami bekerja secara profesional dan kami punya tim ahli bahwa ini adalah almarhum kakak kamu. Maka untuk memastikan pihak Polsek Klapanunggal mengajak kami identifikasi ke RS Polri dan memastikan itu betul adalah kakak kami," pungkasnya.
Sebelumnya, Sosok mayat laki-laki ditemukan di Kawasan Industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (18/11). Mirisnya, jasad korban berada di dalam drum plastik warna Biru.
Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP Andi M Dicky menjelaskan, mayat tersebut ditemukan pertama kali pada Pukul 06.00 oleh pemulung berinisial SA (56).
"Ibu tersebut mendekati Drum Plastik berwarna Biru yang tertutup Rapat dan terikat oleh lakban hitam. Awalnya mengira bahwa tong plastik tersebut berisikan sampah. Namun setelah dibuka ibu pemulung tersebut kaget saat melihat bahwa di dalam drum plastik tersebut adalah sesosok Mayat," kata dia saat dikonfirmasi Liputan6.com, Minggu (16/11).
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya