Adik Ahok: Dia kebawa suasana di kampung kami di Belitung
Merdeka.com - Adik bungsu Basuki T Purnama, Fifi Lety ikut menghadiri sidang perdana kakaknya yang dituduh melakukan penistaan agama saat berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 lalu.
Usai menghadiri sidang tersebut, Fifi mengungkapkan, apa yang menimpa saudaranya tersebut merupakan desakan masyarakat kepada pemerintahan. Sebab, kebanyakan massa aksi yang menuntut Basuki alias Ahok tak menonton video yang dimaksud secara utuh. Melainkan, hanya menyaksikan video editan Buni Yani.
"Dan sebetulnya mayoritas publik, saya tahu dari keluarga juga mereka enggak pernah nonton video Ahok sesungguhnya. Dia nonton yang sudah diedit oleh Buni Yani," kata Fifi.
"Kalau mereka dengar langsung pasti enggak mungkin. Kalau dia nyemangati agar dia ikut program 80-30 dan kebawa di suasana di kampung kami di Belitung, makanya dia salah sebut Kades gitu dia sebutin Pulau Belitung," tambah Fifi.
Kata Fifi, bila warga menonton video tersebut secara utuh, maka dipastikan rangkaian peristiwa yang terjadi akhi-akhir ini tak pernah terjadi. Apalagi dari semua pelapornya tak ada satu pun warga Kepulauan Seribu tempat Ahok diduga menistakan agama Islam.
"Kalau kita nonton video Ahok keseluruhan di Pulau Seribu itu enggak akan jadi seperti hari ini, pelapornya enggak ada orang Pulau Seribu yang melihat dan mendengar langsung," ungkap Fifi.
"Kalau kita dengar videonya, dia ketawa-ketawa. Kalau dibayangkan ibu pakai jilbab saya menghina ibu langsung marah kan. Ini dimana nalar dan logika kita, perlu enggak tunggu 9 hari baru marah dan tersinggung dan penodaan. Orang baru marah yang unggahan editan yang sengaja," sambung Fifi.
Untuk itu, praktisi hukum ini tegas mengatakan, akan terus memberikan dukungan kepada Ahok di Pilgub DKI pada 15 Februari mendatang. Pihak keluarga tegas mengatakan akan terus memberikan dukungan terhadap Ahok.
"Ini demi kelangsungan anak bangsa semua di Negara ini, karena siapapun kita, kita enggak bisa pilih dilahirkan suku apa, kita enggak bisa pilih di agama apa kita, di kabupaten atau provinsi mana. Semua anak bangsa di kabupaten ini punya kewajiban membangun negeri," tutup Fifi.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya