Adhie Massardi: Proyek listrik dikapling keluarga penguasa RI!
Merdeka.com - Loyalis Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Adhie Massardi balik menyerang Staf Ahli Bidang Ekonomi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sofjan Wanandi. Ketegangan ini masih terkait dengan kisruh mega proyek listrik 35.000 MW.
Adhie yang juga koordinator Gerakan Indonesia Bersih mengatakan kepretan 'si rajawali' sebutan Rizal justru menimbulkan gairah para investor untuk memburu laba di proyek vital (listrik). Menurutnya, hingga saat ini belum ada investor masuk karena proyek sarat akan KKN (korupsi, kolusi, nepotisme).
"Sofyan Wanandi seharusnya bisa bicara jujur, bahwa hingga satu detik sebelum Rizal Ramli masuk kabinet, tidak ada investor yang tertarik di proyek listrik 35.000 MW karena mereka mendengar isu kalau lahan itu sudah dikapling keluarga penguasa RI alias KKN," jelasnya dalam rilis kepada merdeka.com, Rabu (9/9).
Menurut Adhie, situasi saat ini sudah berbeda dengan Rezim Soeharto di mana investasi tetapi berjalan walaupun kental aroma KKN. Jika itu tetap dipelihara, lanjutnya, justru akan meruntuhkan kepercayaan publik.
"Rezim Orde Baru yang salah satu pilarnya Sofyan Wanandi turut membangunnya, selama puluhan tahun sukses menjaga stabilitas (politik) pemerintahan. Tapi karena menjadi belantara KKN, yang bisa sukses hanya para investor berwajah srigala, bangunan ekonomi pun semu belaka. Tak heran langsung rubuh begitu bergulir angin perubahan," jelasnya.
Menurutnya, para investor profesional yang memiliki kompetensi menganggap KKN adalah musuh utama karena bisa menjatuhkan reputasi bisnis. Kalau pun ada yang berani investasi itu hanya investor abal-abal.
"Saya percaya, Rizal Ramli tak ingin Indonesia kembali ke zaman KKN ala Orde Baru, justru saat dia berada di dalam (sistem) kabinet. Makanya, pasti akan sering 'ngepret' untuk menyapu ranjau-ranjau KKN yang bertaburan di pemerintahan," tandasnya.
Sebelumnya, Sofjan menilai pernyataan Rizal terkait proyek listrik 35.000 MW bisa berdampak buruk pada perekonomian karena membuat investor bingung. Dia juga meminta agar Presiden Joko Widodo menertibkan Rizal.
"Presiden harusnya tertibkan, yang begitu-begitu tidak bisa ditoleransi. Akhirnya kan bingung investor di luar, mau investasi di Indonesia nanti mana yang dipegang kalau menterinya bisa saja mengubah policy kebijakan presiden," tuturnya.
Seperti diketahui, seminggu setelah dirinya diangkat sebagai Menko, Rizal menilai rencana proyek listrik tersebut hal yang mustahil. Rizal pun menuding proyek itu merupakan ambisi JK.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya