Adhie Massardi: Kata maaf bukan untuk dibarter
Merdeka.com - Sutan Bhatoegana akhirnya meminta maaf atas pernyataannya yang menyebut Gus Dur tidak 'bersih-bersih' amat. Sutan minta maaf setelah mendapat kecaman dari para pendukung Gus Dur.
Namun Sutan juga pernah berucap, bahwa Adhie Massardi juga harus minta maaf karena telah menjelekkan Presiden SBY.
"Saya juga ada permintaan, dong! Jangan hanya saya, Adhie Massardi juga minta maaf dong sama pimpinan di negara ini, SBY, yang difitnahnya sendiri. Harus begitu, kan, jadi enak semua. Orang Demokrat pun kembali muruahnya bahwa kita tidak menghina orang," ujar Sutan di Bareskrim Mabes Polri.
Sutan menjelaskan, pernyataannya yang dimaksud menghina Gus Dur itu bermula ketika Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menyebut pemerintahan SBY yang dianggap prokoruptor. Hal itu didasari atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan UU Migas, sehingga berdampak kepada pembubaran BP Migas. Yang membuat Sutan tersinggung adalah ketika Adhie menyebut SBY pernah menjual LNG Tangguh kepada pihak asing demi mendapatkan pedang kehormatan.
Namun Adhie Massardi menyatakan enggan meminta maaf kepada SBY. "Maaf itu bukan untuk dibarter. Pernyataan saya belum tentu salah, tetapi kalau Sutan itu salah," ujar Adhie ketika berbincang dengan merdeka.com, Jumat (29/11) malam.
Menurut Adhie, justru pemerintah saat ini harus membuktikan bila LNG Tangguh tidak dijual untuk sekadar gelar kehormatan bagi SBY. Sedangkan tuduhan mengenai pemerintahan saat ini korup Adhie menyebut dirinya memiliki bukti.
"Di KPK ada lima berkas lima menteri yang saat ini sedang menjabat, apa itu bukan bukti? Dan itu dikonfirmasi lewat laporan Dipo Alam ke KPK yang mengindikasikan ada korupsi di kementerian," terangnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya