Ada Zona Merah Covid-19, Pemprov Jabar Wanti-Wanti Pendatang saat Natal & Tahun Baru
Merdeka.com - Hasil evaluasi pekan ini mencatat ada dua daerah zona merah yang ada di Jawa Barat. Meski demikian, data lain berkaitan dengan penanganan Covid-19 masih belum.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan daerah zona merah di Jawa Barat menurun dari delapan daerah menjadi dua daerah.
"Sekarang tinggal dua (daerah zona merah) yaitu Kabupaten Karawang dan Kota Depok," kata dia di Mapolda Jabar, Selasa (22/12).
"Tapi, Jabar masih tetap reproduksinya (virus Covid-19 ranking ketiga dibandingkan dengan provinsi lain yang skala nasional. Artinya, penyebarannya masih sangat luar biasa," ia melanjutkan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun secara total sudah melakukan 758 ribu pengetesan PCR. Tiap pekan, pengetesan dilakukan di angka 30 ribu. Kemudian, tempat isolasi di rumah sakit masih kategori tinggi.
"Seminggu ke belakang ada penurunan yang awalnya kita terisi 76 persen lebih tapi hasil evaluasi Minggu ini menurun 1 persen sekitar 75 persen," kata dia.
Kebijakan lainnya adalah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang di kawasan Bodebek mengikuti kebijakan di DKI Jakarta. Namun, menurut dia pengumuman resmi akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Lebih lanjut Uu meminta warga untuk menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan di luar saat libur Natal dan Tahun Baru. Khusus bagi pengelola tempat hiburan, ia meminta agar mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.
"Kita akan melaksanakan operasi termasuk empat titik yang ada di pintu masuk di Jabar termasuk di dalamnya puncak (Bogor) dan lainnya, kami akan menyediakan alat tes antigen. Dan seperti yang saya sampaikan kalau mereka yang positif setelah dites dengan permohonan maaf mereka akan dikembalikan. Makanya dari pada dikembalikan mending gak ke Jabar lah," ucap dia.
"Bagi tempat hiburan yang tetap menyelenggarakan kegiatan malam tahun baru akan kami cabut izinnya dan juga akan tutup dan ini semua sudah berkoordinasi dengan bupati dan wali kota yang ada di wilayah Jabar termasuk di dalamnya tempat wisata yang jelas yang namanya kerumunan karena itu adalah identik dengan penyebaran virus Corona maka kami dari sekarang mengantisipasi," kata Uu lagi.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya