Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ada tato 'Budak Gama' di tubuh tersangka Anin

Ada tato 'Budak Gama' di tubuh tersangka Anin Foto telanjang korban Gama Mulya. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Laksana seekor kerbau dicocok hidungnya, tersangka Suci Anin Nastiti (SAN atau AS) mendapat sejumlah perlakuan menyimpang dari pacarnya, Gama Mulya. Selain perlakuan secara seksual seperti ditelanjangi, disuntik bius dan diborgol, juga membuat tato untuk membuktikan cintanya.

Tiga buah tato permanen dibuat di bagian dada, punggung dan paha Anin. Tato-tato tersebut menjadi bukti cinta pada Gama Mulya.

"Anin rela ditato, ada nama Gama di dadanya. Kemudian di punggungnya tertulis Gama Slave (budak Gama) dan di pahanya tertulis 'Apapun yang terjadi Anin tetap milik Gama'. Itu atas permintaan Gama," kata Ya'qub Ananda Gudban, Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) di Mapolres Malang Kota, Selasa (18/8).

Nanda didampingi rekan-rekannya menemui Anin dan korban EW. Pihaknya sedang mengupayakan untuk memberikan pembelaan dan pendampingan pada Anin. Karena di samping statusnya sebagai tersangka, Anin juga menjadi korban.

"Harus disadarkan bahwa dia ini dijajah atas segala permintaan Gama yang tidak wajar. Ada penyiksaan-penyiksaan yang menurut saya itu sangat ngeri," katanya.

Selama pertemuan, pihaknya mendengarkan secara langsung tentang perasaan Anin. Karena itu, sekilas dirinya bisa melihat apa yang dibutuhkannya dalam menghadapi proses hukum, bahkan kehidupannya ke depan nantinya.

"Apa yang sekiranya bisa dilakukan, akan kami lakukan dengan tidak mengesampingkan kesalahannya. KPPI akan melakukan koordinasi dengan elemen organisasi perempuan, termasuk Komnas Perempuan," katanya.

Nanda secara pribadi melihat Anin dalam posisi labil yang butuh pendampingan. Dia masih bingung, kendati beberapa kalimatnya penuh dengan harapan. Butuh proses untuk memberikan kesadaran bahwa yang dilakukannya sudah di luar kewajaran.

"Bukan satu kali dia mengalami kekerasan. Buat dia sakit secara fisik, tapi dikamuflase dengan cinta. Dia rela menjadi percobaan dengan menyuntikkan bius ke Anin sebelum kepada korban," katanya.

"Walaupun Anin juga mengatakan 'Saya peduli dengan masa depan saya'. Artinya dia masih memiliki harapan untuk membangun masa depannya," tegasnya.

Selain itu, Nanda juga berkesempatan bertemu dengan korban EW. Selama pertemuan, korban dalam posisi sehat dan lebih tegar. Namun demikian pihaknya berjanji akan terus memantau perjalanan kasus tersebut. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP