Ada santri pakai ekstasi, Budi Waseso sikat narkoba di pesantren
Merdeka.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso makin garang memberantas narkoba. Setelah mengobrak-abrik lembaga pemasyarakatan (lapas), barak TNI hingga kantor-kantor kementerian, kini Budi Waseso membidik penggunaan narkoba di lingkungan pesantren.
Budi Waseso mengaku sudah mengumpulkan pesantren-pesantren seluruh Indonesia. Tujuannya untuk menyosialisasikan bahaya narkoba di kalangan santri."BNN juga kumpulkan para ulama untuk memerangi narkoba," ujar Budi Waseso di kantor BNN, Jumat (4/3).
Budi Waseso mendapati adanya peredaran narkoba di lingkungan pesantren. "Ketika saya berkunjung di daerah Jawa, menemukan ada santri berzikir satu hari satu malam ternyata menggunakan ekstasi," tegasnya.
Mantan Kabareskrim ini menegaskan, pengguna narkoba tidak bisa hanya direhabilitasi. Sebab, kecenderungannya justru tidak menyelesaikan masalah. "Kita itu terlalu terlena dengan rehabilitasi, tanpa memperhatikan suplai dan demand. Padahal rehabilitasi tidak menyelesaikan masalah. Malah makin banyak pengguna," ucapnya.
Diakuinya, dalam upaya memerangi narkoba, BNN memiliki keterbatasan dalam sarana dan prasarana. Termasuk dalam hal penggunaan teknologi. Padahal, kata dia, teknologi memiliki peran penting dalam upaya pemberantasan narkoba di dalam negeri.
"Pemberantasan narkotika, teknologi kita ketinggalan, yang tersisa hanya militansi. Kalau teknologi kita maju mungkin akan mudah memberantas. Ini bukan mengeluh, tapi kita dituntut kerja dengan pengabdian kita," ucap Budi Waseso.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya