Ada narkoba di ruangan Akil, perlukah semua hakim MK tes urine?
Merdeka.com - Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengaku kaget atas ditemukannya empat ganja dan dua butir ekstasi oleh petugas KPK dari ruang kerja Akil Mochtar di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Hamdan mengakui, selama ini hakim MK tak pernah menjalani tes urine soal narkoba.
"Tidak pernah saya (tes urine). Karena saya yakin betul, jadi untuk apa saya tes urine. Saya cek kesehatan rutin setiap enam bulan, lengkap, biasa saja dan tidak ada apa-apa," ujar Hamdan di Gedung MK, Jakarta, Jumat (4/10).
Namun demikian, Hamdan mengatakan, tiap tahun hakim MK menjalani tes kesehatan. Namun, Hamdan tidak tahu apakah hasil tes kesehatan itu diserahkan ke negara atau tidak.
"Hakim yang lain setiap tahun ada general check up, itu pasti. Semua melakukan general check up. Memang itu adalah kesadaran individu. Insya Allah kami akan mencari tahu," jelas Hamdan.
Hamdan yakin seluruh hakim MK tidak mengonsumsi narkoba. "Yakin, saya jamin insya Allah tidak ada," tegasnya.
Seperti diketahui, penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di ruang kerja Ketua MK Akil Mochtar . Berdasarkan informasi yang dihimpun merdeka.com, Kamis (3/10), di ruang kerja Akil ditemukan 4 linting ganja dan 2 butir ekstasi. Barang-barang haram itu ditemukan di dalam laci meja kerja Akil. Ditemukan pula obat kuat.
"Ada ganja dan obat kuat," kata sumber tersebut.
Selain di ruang kerja Akil, penyidik KPK juga menggeledah rumah dinasnya yang terletak di Jalan Widya Chandra III nomor 7, Jakarta Selatan. Di sana ditemukan uang satu koper.
Terkait temuan ganja ini, Akil Mochtar saat dikonfirmasi usai diperiksa KPK tidak bersedia berkomentar. Ia hanya menegaskan kalau dirinya tidak menerima suap dalam kasus ini.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya