Ada ahli metafisika di balik Timnas Garuda Jaya

Reporter : Laurencius Simanjuntak | Rabu, 26 Februari 2014 04:35




Ada ahli metafisika di balik Timnas Garuda Jaya
Timnas U-19 juara Piala AFF 2013. ©2013 Merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Timnas U-19 belakangan menyita perhatian publik karena prestasinya menjuarai Piala AFF 2013 dan lolos ke putaran final Piala Asia 2014. Pencapaian itu tidak mengherankan jika melihat semangat dan pola latihan Garuda Jaya di bawah pelatih Indra Sjafri.

Selain fokus pada latihan, Indra mengatakan, juga sering meminta masukan ke sejumlah orang demi kemajuan Garuda Jaya, seperti tokoh-tokoh sepakbola, pelatih senior dan bahkan para kiai. Satu dari sekian banyak yang diminta adalah Arkand Bodhana Zeshaprajna.

Arkand bukanlah bekas pemain sepakbola, pelatih, apalagi kiai. Dia adalah ahli metafisika, ilmu tentang realitas di balik realitas fisik.

"Daripada saya ke dukun, ya lebih baik ke orang yang punya latar belakang akademis," kata Indra saat berbincang per telepon kepada merdeka.com, Selasa (25/2).

Latar belakang pendidikan Arkand memang tidak main-main. Seperti dikutip dari situs pribadinya, Arkand adalah doktor University of Metaphysics International Los Angeles, California, Amerika Serikat.

"Arkand menjadi bagian dalam membentuk dan mengantarkan PSSI U-19 'Garuda Jaya' menjadi juara AFF di Sidoarjo dan pencapaian juara Grup G AFC," kata Arkand dalam situs pribadinya.

Masih dalam situs itu, Arkand menjelaskan bahwa alam semesta ini berjalan dalam satu keteraturan yang pasti, sehingga orang yang dapat melihatnya, dapat menemukan sebab-sebab suatu peristiwa terjadi, termasuk apa yang dianggap sebagai suatu mukjizat.

Dalam sepakbola, kata dia, kemenangan sebuah tim 'underdog' juga bukanlah keberuntungan jika bisa melihat keteraturan alam semesta itu. Untuk urusan ini, Arkand memperkenalkan 'Arkand Secret Codes System', yang memberikan satu parameter dalam menentukan apakah suatu tim memiliki struktur yang pessimal atau optimal pada saat tertentu (Team Value).

"Team Value juga sangat bermanfaat dalam menentukan susunan pemain yang akan turun bermain pada saat tertentu untuk memperoleh hasil optimal," kata Arkand.

Namun, dia menambahkan, "Kumpulan pemain yang sama tidak menghasilkan Team Value yang sama pada setiap saat."

Team Value ini, papar Arkand, diperoleh dari faktor-faktor sinkronitas (synchronicity), kohenrensi (coherence) dan komposisi karakter (composition of characters). Rentang Team Value adalah 0 - 100%, dengan batas minimum untuk mencapai hasil positif ada pada 0,72%.

"Tentu saja semakin tinggi Team Value semakin optimal hasil yang dapat direalisasi," kata Arkand yang menunjukkan daftar skor faktor-faktor dalam Team Value yang ada pada setiap pemain Timnas PSSI U-19 Garuda Jaya.

Mengapa Garuda Jaya?

Kepada beberapa rekannya, Arkand juga bercerita tentang perannya di balik pemberian nama Timnas PSSI U-19 Garuda Jaya, tanpa kata 'Indonesia'. Menurut pria 43 tahun itu, dalam 'Arkand Secret Codes System', Indonesia membentuk struktur yang sangat buruk, dengan Synchronicity 0,5, Coherence 0,2 dan Composition of Characters yang buruk membentuk negara.

"Synchronicity 0,5 telah menunjukkan bagaimana negara ini tidak mampu melihat dan memanfaatkan kesempatan dengan baik meski memiliki sumber daya alam yang luar biasa," ujar Arkand.

Sementara, lanjut Arkand, Coherence 0,2 menunjukkan negara ini tidak mampu untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. "Adalah satu hal yang mengenaskan sebagai negara dengan garis pantai terpanjang nomor dua dunia namun negara ini mengimpor garam," ujar dia.

Begitulah telaah Arkand tentang tak mendukungnya nama 'Indonesia' disematkan pada Timnas U-19, yang akhirnya diberi nama 'Garuda Jaya'. Namun, itu cerita dulu. Pada 2 Februari lalu, Arkand menyatakan mundur dari Timnas "setelah tidak dipenuhinya kesepakatan bersama oleh oknum dalam PSSI U-19."

Baca juga:
Indra Sjafri: Jangan mengklaim berjasa, ini tangan Tuhan
Indra Sjafri bantah pekerjakan ahli metafisika Arkand Bodhana
Ini dia nilai plus Timnas U-19 di mata Indra Sjafri
Indra Sjafri: Garuda Jaya, fenomena satu-satunya di dunia
'Skuat Garuda Jaya butuh asupan gizi lebih'

[did]

KUMPULAN BERITA
# Timnas Indonesia U 19

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Kena PHP, Ariel Tatum: Aku sama Al temenan
  • Yuk nikmati kemeriahan Hong Kong Wine & Dine Festival 2014!
  • Waspada, di Denpasar banyak jamu mengandung bahan terlarang
  • Kawasaki Ninja H2 supercharged rilis bulan Ini, brosis!
  • FBI selidiki foto tanpa busana Jennifer Lawrence dan Kate Upton
  • Telat masuk sekolah, siswa SMK ketahuan bawa ganja
  • Terus tersandera soal BBM, Indonesia harus berani bangun kilang
  • Aktris Cantik ini ingin jadi Lara Croft di 'TOMB RAIDER' terbaru
  • Pakai sorban 100 kg, pria 60 tahun ini mengaku bahagia
  • Opsi 34 kementerian, Jokowi ngotot harus ada bidang Maritim
  • SHOW MORE