Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ada 414 Kasus Covid-19 Varian Omicron di Indonesia Per 8 Januari 2022

Ada 414 Kasus Covid-19 Varian Omicron di Indonesia Per 8 Januari 2022 jubir vaksin siti nadia tarmizi. ©2021 Merdeka.com/liputan6

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan mencatat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia mencapai 414 orang. Ada penambahan sebanyak 75 kasus pada Sabtu (8/1).

Dari total 414 kasus Omicron, 31 di antaranya merupkan transmisi lokal. Sementara sisanya imported case atau kasus impor, dibawa pelaku perjalanan luar negeri.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi meminta masyarakat tidak melakukan perjalanan keluar negeri. Sebab, mayoritas kasus Omicron yang ditemukan di Indonesia berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.

“Sebagian besar kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu masyarakat diharapkan menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri,” katanya Nadia dikutip dari keterangan resmi Kementerian Kesehatan, Senin (10/1).

Dia menjelaskan, kasus Omicron paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Mayoritas kasus Omicron sudah mendapatkan vaksinasi hingga dosis kedua.

Meski telah divaksinasi Covid-19 lengkap, Nadia mengingatkan Omicron masih tetap bisa menginfeksi. Artinya, vaksinasi tidak menjamin seseorang terhindar dari virus Covid-19.

“Kita harus waspada, jangan sampai tertular. Wajib disiplin terapkan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi, jangan sampai tertular dan menularkan” tegasnya.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) ini menyebut, Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan varian Delta. Di Indonesia, pergerakan Omicron terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

Kementerian Kesehatan mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), aktif melakukan pemantauan bila ditemukan klaster baru Covid-19, dan segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pusat jika ditemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.

“Kita tidak boleh lengah, jangan sampai gelombang ketiga terjadi di Indonesia,” ucapnya.

“Jangan sampai apa yang terjadi di India terjadi juga di Indonesia, di mana dalam 10 hari terakhir terjadi kenaikan tren kasus dari 6 ribuan menjadi 90 ribuan kasus konfirmasi Omicron. Ini yang kita hindari” tutup Nadia.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP