Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Acara Haul di Tangerang Dihadiri Ribuan Orang, Bupati Ngaku Sudah Mencegah

Acara Haul di Tangerang Dihadiri Ribuan Orang, Bupati Ngaku Sudah Mencegah Bupati Tangerang Jelaskan Kronologis Haul Syekh Abdul Qadir Jailani. ©2020 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Ribuan massa menghadiri acara Haul Syekh Abdul Qadir Jaelani di Tangerang pada Minggu (29/11). Pemkab Tangerang mengklaim telah berupaya mencegah pergerakan massa di di Pondok Pesantren Al Istiqlaliyah, Kampung Cilongok, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang itu.

"Haul Syekh Abdul Qadir Al Jailani ini Haul ke 62. Secara rutin digelar di Ponpes Al Istiqlaliyah. Dan saya pada tahun kemarin juga menghadiri acara tersebut," ungkap Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar di ruang Wareng, Kantor Bupati Tangerang, Senin (30/11).

Dijelaskan Zaki, pada peringatan Haul tahun ini, dirinya juga mendapat undangan acara kegiatan keagamaan tersebut, bersama undangan yang disampaikan kepada Gubernur Banten.

Namun, dengan adanya undangan kehadiran tersebut, dirinya langsung memanggil pihak panitia menggelar rapat membahas pelaksanaan haul.

"Pertama ada undangan ke Kantor Bupati, memang ini rutin juga mengundang kepala daerah, baik Bupati dan Gubernur. Saya katakan tahun lalu saya menghadiri itu.Ketika mendapat undangan itu kami memanggil panitia," ucap dia.

Pemanggilan kepada panitia Haul dilakukan tanggal 17 November 2020. Dan menegaskan, bahwa Kabupaten Tangerang, masih dalam zona oranye.

"Kami katakan kabupaten Tangerang masih zona oranye dan mengatakan masih PSBB sesuai dengan keputusan Gubernur Banten, terkait acara tersebut saya minta ditunda," tegas Zaki, saat rapat (17/11).

Acara Dibatasi

Dari opsi tersebut, pihak panitia memiliki argumentasi lain, agar pelaksanaan Haul tetap bisa dijalankan. Sehingga Bupati memberikan dua pilihan, agar pelaksanaan Haul ditunda atau dibatasi.

"Ada dua opsi, dan ditindaklanjuti dengan rapat bersama Gubernur Banten, Bupati, Kapolda, Kapolres dan Dandim, Camat pada tanggal 18 November. Saya sampaikan dua opsi tersebut dan itu disetujui dalam rapat," ungkap Zaki.

Kemudian, tanggal 19 November, Pemkab Tangerang bersama Tiga Pilar menyampaikan opsi tersebut ke panitia acara.

"Saya sampaikan dua opsi itu disetujui untuk disampaikan ke panitia. Tanggal 19 November, kami undang panitia dan menginformasi kegiatan Haul, dengan opsi. Saya berusaha membujuk menangguhkan atau menunda. Kemudian mendapat info bahwa pelaksanaan haul dibatasi hanya untuk santri dan keluarga besar Cilongok," ucapnya.

"Kami tiga pilar sudah berusaha melakukan antisipasi. Ini karena antusias masyarakat yang luar biasa," kata dia.

Seperti diketahui, Haul dihadiri oleh ribuan orang ini mendapat sorotan di media sosial. Terlebih, peristiwa ini terjadi tak lama berselang setelah kerumunan pernikahan putri pentolan FPI Habib Rizieq Syihab yang membuat pemerintah berang.

Kemendagri bahkan mengeluarkan instruksi agar kepala daerah tegas melarang kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP