Abrasi parah, nelayan Jembrana parkir perahu 300 meter dari pantai
Merdeka.com - Para nelayan di Dusun Ketapang Lampu, Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali barat, memarkirkan perahunya lebih jauh akibat abrasi parah. Apalagi nelayan di wilayah itu masih memakai sampan. Kondisi ini membuat mereka khawatir.
Seperti diberitakan Antara. Puluhan nelayan terpaksa memarkir sampannya sekitar 300 meter dari lokasi semula. Artinya, kondisi ini membuat jarak perahu lebih jauh dari rumah mereka. Sehingga mereka khawatir mesin penggerak perahu bisa hilang.
"Menaruh sampan jauh dari rumah ada resikonya, bisa saja mesin sampan hilang karena jauh dari pengawasan pemiliknya," kata Samsul, salah seorang nelayan, Selasa (19/4).
Samsul mengatakan, sebelum abrasi melanda, biasanya para nelayan memarkir sampan hanya berjarak sekitar 25 meter dari rumahnya. Sekarang akibat abrasi, lokasi tersebut menjadi terjal sehingga tidak bisa digunakan nelayan untuk menarik sampannya ke darat.
Dengan jarak lumayan jauh, kata dia, tidak bisa mengawasi peralatan sampannya. Apalagi membawa pulang mesin perahu setiap hari cukup berat.
"Kalau harus memikul mesin setiap hari saya tidak kuat. Saat-saat tidak capek atau dalam perbaikan saja saya membawanya pulang," ujarnya.
Keluhan yang sama juga disampaikan nelayan lainnya. Namun mereka mengaku tidak berdaya, apalagi tanah yang tergerus abrasi bukan milik mereka.
Meskipun harus berjalan kaki lebih jauh, mereka terpaksa melakukannya, dan berharap lokasi sandar sampan yang baru tersebut tidak ikut tergerus abrasi.
Sebagian nelayan di Dusun Ketapang Lampu, tinggal di pinggir pantai dengan cara menyewa tanah, yang sekarang mulai habis tergerus abrasi.
Selain masalah lokasi parkir untuk sampannya, belasan nelayan juga harus mencari tempat tinggal yang baru, karena tanah sewaan yang mereka tempati saat ini jaraknya tinggal sekitar lima meter dari air laut. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya