Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Abraham Samad bantah isu perpecahan pimpinan KPK

Abraham Samad bantah isu perpecahan pimpinan KPK Ketua KPK Abraham Samad di sela-sela Raker dengan Komisi III DPR. dok/merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, membantah isu perpecahan yang terjadi di tingkat pimpinan KPK. Menurutnya, dirinya hanya tengah menyesuaikan diri bekerja secara kolektif dan kolegial.

"Kalau saya, kamu lihat kan kalau jalan cepat, begitulah saya. Kita harus menyesuaikan diri, saya yang terlalu berjalan cepat, saya harus menyesuaikan budaya kerja KPK, yaitu kolektif kolegial," kata Abraham Samad kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/2).

Terkait pernyataan anggota Komisi III DPR, Bambang Sulistyo, yang menyatakan KPK lamban menangani sejumlah kasus korupsi yang melibatkan pejabat penting negara, Abraham mengatakan, KPK memerlukan waktu untuk mengkaji sebuah kasus.

"Perlu pengkajian, sabar aja-lah," katanya.

Mantan aktifis anti korupsi di Makasar ini juga menyatakan, ke depan, pengumuman tersangka di KPK akan diumumkan secara bersama-sama. Hal ini dilakukan untuk menghormati mekanisme kerja di KPK yang dilakukan secara kolektif kolegial.

"Demi menghormati mekanisme kolektif kolegial. Kalau saya jawab sendiri maka dibilang Abraham suka jawab sendiri. Jadi membagi peran masing-masing. Ke depannya pengumuman tersangka tidak diumumkan sendiri-sendiri," katanya.

Sebelumnya, beredar kabar adanya perpecahan di tingkat pimpinan KPK terkait kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet Palembang yang menyeret nama mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin, dan mantan Wasekjen Partai Demokrat Angelina Sondakh. (mdk/tts)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP