Abraham Samad: Bagi KPK teror itu sudah seperti sarapan pagi
Merdeka.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad mengatakan bahwa teror merupakan hal yang sudah sering dialami oleh penyidik KPK. Ia bahkan mengatakan teror sudah seperti sarapan pagi.
"Sering lah (teror terjadi). Kalau bagi KPK itu sudah seperti sarapan pagi sebenarnya," ungkapnya usai menjenguk Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jakarta Utara, Selasa (11/4).
Lebih jauh, ia mengatakan bahwa hal tersebut tidak perlu dibesar-besarkan karena akan membuat pihak yang meneror merasa berhasil.
"Kita harus mampu menghadapi, bahwa kita tidak takut. Sebenarnya sikap kita harus begitu. Itu yang harus diperlihatkan," tambahnya.
Ia pun menjelaskan bahwa jika ada keragu-raguan dan ketakutan maka yang menang adalah pihak yang meneror. "Jadi kita harus menunjukan diri kita bahwa kita tidak takut terhadap teror," tukasnya.
Ketika dimintai pendapat tentang adanya kaitan antara teror yang diterima Novel Baswedan dan kasus e-KTP, Abraham tak mau berspekulasi. "Wah itu masih terlalu pagi kan. Nggak boleh spekulasi begitu," ujarnya.
Menurutnya, kasus ini harus diselidiki agar pelaku dan dalang di balik teror segera dibekuk. "Harus diselidiki secermat mungkin supaya kita tahu siapa yang menjadi dalang teror ini," tutupnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya