Abdurrahman: Teroris memahami Alquran sebatas tenggorokan
Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mulai merekrut mantan teroris sebagai senjata pencegahan kaderisasi oleh teroris. Salah satu orang yang direkrut BNPT adalah Abdurrahman Ayyub. Abdurrahman mengaku sebagai anak murid dari Abu Bakar Ba'asyir pemimpin tertinggi Jama'ah Islamiyah.
Sepak terjang lelaki berjanggut ini juga tidak terbilang sedikit. Dia mengaku sudah berjihad di banyak tempat seperti Afghanistan, tempat dia bertemu dengan Osamah Bin Laden. Kemudian Filipina dan Australia. Hingga akhirnya sampai ke Madinah dan disadarkan di sana.
Kini dia tidak lagi membela kelompoknya. Tetapi justru menunjuk bahwa para teroris itu adalah satu tanda kehancuran yang diisyaratkan Rasulullah, Nabi Muhammad SAW.
"Sudah ada isyarat di zaman nabi. Akan muncul sekelompok manusia, mereka paham Al Quran tidak ada yang sanggup menyamainya namun ternyata pemahamannya sebatas tenggorokan. Kemudian mereka mengkafirkan Saudi, Indonesia dan negara lainnya," kata Guru Umar Patek ini.
Menurut dia, tujuan para teroris tak lain untuk mengganti dasar negara Indonesia. Mereka pun terkenal keras kepala terhadap ajaran sesat itu.
"Mereka menjadikan negeri Darul Haq untuk berperang. Karena ini dijadikan negeri Darul Haq. Maka hanya Allah yang mampu mengubah hatinya teroris," lanjutnya.
Dia pun mengajak rekan-rekannya untuk kembali ke jalan yang benar. "Saya mau mengajak saudara saya untuk paham Al Islam yang tidak mudah mengatasnamakan jihad tapi mengorbankan saudara sendiri. Jangan dengan kekerasan. Mereka berpikir itu jalan meraih mati syahid, mendapat bidadari dan membebaskan 70 orang saudara mereka dari safaat," tutupnya. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya