Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Abdullah bunuh istri dan anak diduga karena faktor ekonomi

Abdullah bunuh istri dan anak diduga karena faktor ekonomi TKP Abdullah bunuh anak dan istri. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Abdullah (50) atas istrinya Wiwik Halimah (48) dan anaknya, Putri Saridevi (16) diduga karena faktor ekonomi. Kondisi pelaku yang tidak memiliki pekerjaan dan persoalan rumah tangga diduga menjadi pemicu aksi nekat ayah dua anak itu.

"Pak Dullah sehari-hari tidak bekerja, kalau sebelumnya buruh bangunan. Keduanya sering bertengkar karena urusan keluarga," kata Dikri, tetangga sekaligus saudara pelaku dan korban di lokasi kejadian, Selasa (4/8).

Hidup mereka sehari-hari ditopang dari toko kelontong, selain dari sang istri yang berjualan rujak di depan rumah. Rupanya tuntutan kebutuhan hidup, pendapatan keduanya tidak mencukupi, karena itu mereka kerap bertengkar.

"Mereka punya toko pracangan. Tetapi yang perempuan sering sambatan cari pinjaman. Tanah yang ditempati sebagian dijual. Itu ada batu di depan rumah akan dibangun bengkel," katanya.

Korban Wiwik, kata Dikri, sekitar beberapa hari lalu juga melaporkan suaminya atas kasus KDRT. Para perangkat desa masih berencana mendamaikan keduanya.

"Bu Wiwik melaporkan kasus penganiayaan sekitar 3 hari lalu. Rencananya hari ini akan dikumpulkan untuk mendamaikan," katanya.

Kedua belah pihak rencananya dipertemukan. Namun sebelum pertemuan perdamaian itu digelar, terjadi tindak pembunuhan tragis tersebut.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat mengungkapkan, sejauh ini pelaku dalam kondisi kritis. Dokter sedang melakukan perawatan dengan dijaga oleh petugas.

"Memang ada konflik antara istri dan suami sehingga terjadi penganiayaan dengan menggunakan parang. Dua buah parang disita atas kejadian tersebut," katanya.

Polisi menduga, pelaku berusaha untuk menghilangkan jejak dengan membakar jasad korban. Selain itu, pelaku ditemukan dalam kondisi lemas karena meminum cairan pembersih lantai.

"Pelaku diduga minum 10 tablet obat sesak nafas dan pembersih lantai," tegasnya.

Abdullah dan keluarga tinggal di Desa Argosari RT 2/RW 1, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Dia diduga pelaku tunggal pembantaian istri dan anaknya, yang dilakukan Selasa (4/8) pukul 02.45 WIB.

Rumah Dullah sendiri tepat berada di jalan masuk menuju masjid dan tidak jauh dari Balai Desa. Pelaku juga sempat menjadi imam sholat magrib sebelum kemudian melakukan aksi kejinya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP