Abai Prokes, Antrean Warga Beli Minyak Goreng Murah di Lubuklinggau Dibubarkan
Merdeka.com - Ribuan warga berdesakan saat mengantre mendapatkan minyak goreng dengan harga murah. Polisi membubarkan kegiatan itu untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar.
Operasi pasar digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lubuklinggau, Sumatera Selatan, di areal Gedung Olahraga Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kamis (10/3). Ribuan warga berkerumun untuk mendapatkan minyak goreng seharga Rp14 ribu per kilogram. Aksi kerumunan tersebut diabadikan warganet dan viral di media sosial.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi menegaskan, pihaknya terpaksa menghentikan sementara kegiatan itu karena menimbulkan kerumunan. Terlebih antrean tersebut sulit terkendali dan mengabaikan protokol kesehatan.
"Terpaksa kami hentikan sementara karena kondisinya tidak kondusif," ungkap Harissandi, Jumat (11/3).
Sikap tegas juga dilakukan dalam operasi pasar yang digelar di beberapa kecamatan demi keamanan masyarakat sendiri. Dia pun berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari skema agar operasi pasar minyak goreng berlangsung tertib dan lancar.
"Tujuannya tidak terjadi kerumunan, orang bisa dapat minyak goreng tanpa berdesak-desakan dan justru membahayakan warga," tegasnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lubuklinggau Surya Darma mengatakan, pihaknya menggelar operasi pasar serentak di delapan titik dengan masing-masing menyiapkan 1.200 kg minyak goreng. Pembagian kupon pembelian sudah dilakukan namun banyaknya warga membuat kerumunan tak terelakkan.
"Ada beberapa titik yang ditunda karena warga berdesakan saat mengantre. Kami sudah upayakan tertib tapi sulit terkendali sehingga Forkopinda memutuskan dihentikan sementara," kata dia.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya