Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aan Rusdianto, korban penculikan yang kepincut Prabowo

Aan Rusdianto, korban penculikan yang kepincut Prabowo aan rusdianto. ©Facebook.com

Merdeka.com - Malam 13 Maret 1998, Aan Rusdianto bersama Nezar Patria, diculik sekelompok tentara dari kontrakan mereka di Rusun Klender, Jakarta Timur. Selanjutnya, Mugiyanto, rekan mereka juga menyusul menuju tempat penyiksaan.

"Dua hari dua malam itu adalah waktu penuh ketegangan dan siksaan," kata Aan dalam kesaksian tertulisnya yang didokumentasikan Partai Rakyat Demokratik (PRD) tertanggal 8 Juni 1998.

Aan adalah aktivis Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID), organisasi sayap PRD. Saat diculik dan mengalami penyiksaan, Aan berusia 24 tahun.

"Bahkan kemaluanku sempat disetrum beberapa kali untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka," kata Aan masih lewat kesaksian tertulisnya.

Setelah dilepas pada Juni 1998, Aan bersama Mugiyanto mendirikan Ikatan Keluarga Orang Hilang (Ikohi), lembaga yang didirikan korban dan keluarga penghilangan paksa 1997-1998 pada 17 September 1998. Mugiyanto adalah ketua organisasi itu sekarang dan Aan aktif di dalamnya.

Namun pada pada 2013 atau 15 tahun setelah masa kelam itu, Ikohi dikagetkan oleh keputusan Aan yang bergabung ke Partai Gerindra . Sebab, bagi Ikohi, pimpinan partai itu turut bertanggung jawab atas kasus penculikan dan 13 orang aktivis yang belum kembali.

"Aan Rusdianto bergabung dengan masa lalu, kasihan orang-orang terdekatnya," demikian komentar Ikohi lewat Twitter begitu mendengar kabar itu lewat media.

Tidak hanya itu, Aan juga didapuk menjadi caleg DPR partai besutan Prabowo Subianto itu Pemilu 2014. Dia ditempatkan di nomor urut dua Dapil Jateng IX. Namun, pada daftar caleg terpilih yang diumumkan KPU , tidak ada nama Aan di situ.

Setelah bergabung ke Gerindra , Aan sulit dihubungi, termasuk saat diminta konfirmasi oleh merdeka.com. Namun, lewat sebuah media Jerman, Aan mengungkapkan alasannya bergabung ke Gerindra karena ada teman-teman sesama korban penculikan yang lebih dulu bergabung. Mereka adalah Haryanto Taslam, Desmond Junaidi Mahesa dan Pius Lustrilanang .

Selain itu, Aan juga mengaku kepincut dengan program-program yang ditawarkan Prabowo Subianto , capres Partai Gerindra .

"Terus sekitar empat tahun lalu tertarik pada materi-materi yang disampaikan Prabowo Subianto saat kampanye dengan Megawati . Saat itu, dia menyampaikan banyak hal yang secara tematik berdekatan dengan program-program yang menjadi perjuangan kita dulu. Gagasan-gagasan tentang kemandirian bangsa, model pembangunan ekonomi di mana kita tidak bisa lagi menerima ide trickle down effect, juga soal anti neoliberalisme," kata Aan seperti dikutip dari Deutsche Welle.

Ditanya soal 13 rekannya yang masih hilang hingga kini, Aan mengatakan, merasa berutang terhadap mereka. Namun, Aan mengaku tidak peduli dengan suara-suara miring yang mengkritik langkah politiknya merapat ke Prabowo.

"Tentu saya merasa berutang. Mungkin bagi beberapa orang dikatakan naif atau bisa dikatakan menjual diri. Ya…nggak masalah," ujarnya.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP