Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

87 Rumah Dibakar di Buton, Kapolres Minta Warga Dua Desa Tenang

87 Rumah Dibakar di Buton, Kapolres Minta Warga Dua Desa Tenang Ilustrasi Bentrokan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolres Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, AKBP Andi Herman meminta warga Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya, bersikap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Hal itu menyusul bentrokan kedua belah pihak yang mengakibatkan 87 rumah dibakar.

"Saya minta semua pihak untuk mempercayakan dan menyerahkan persoalan ini kepada pihak kepolisian. Kami lagi atur strategi," imbaunya kepada warga di lokasi kejadian, di Buton, dikutip dari Antara, Kamis (6/6).

Informasi yang dihimpun, akibat pertikaian itu, ratusan warga terpaksa mengungsi. Mereka menyelamatkan diri ke desa tetangga dan sebagian masih bertahan guna berjaga-jaga dilokasi kejadian.

Saat ini, di lokasi kejadian aparat kepolisian dan TNI bersiaga di pintu masuk kedua desa tersebut.

Aparat gabungan itu mencoba menghalau pergerakan sejumlah massa yang terlihat mencoba memasuki Desa Sampoabalo. Upaya pihak kepolisian juga melakukan pencegahan dan melakukan mediasi.

Sebelumnya, 87 unit rumah di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, habis dilalap si jago merah. Terbakarnya rumah tersebut dilakukan oleh sekelompok pemuda dari Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Kejadian tersebut bermula, pada Selasa (4/6) sekitar pukul 21.00 WITA, sekelompok pemuda dari Desa Gunung Jaya melakukan pawai motor melintasi Desa Sampuabalo dengan cara menggas-gas sepeda motornya. Sehingga memancing kemarahan masyarakat dari Desa Sampuabalo.

Lalu, pada Rabu (5/6), sekitar pukul 13.00 WITA, pemuda dari Desa Sampuabalo menggunakan motor hendak menuju ke SP1 atau Ambau untuk menemui keluarganya dalam rangka sirahturahim.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP