Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

854 Petugas Pemadam Dikerahkan Padamkan Kebakaran di OKI

854 Petugas Pemadam Dikerahkan Padamkan Kebakaran di OKI Pemadam Karhutla di Ogan Komering Ilir. ©2019 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Sebanyak 854 petugas pemadam dikirim untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemadaman difokuskan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, karena daerah terbanyak memiliki hotspot atau titik panas.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri menjelaskan, 854 petugas itu dengan rincian 500 personel polisi, 300 prajurit Kodam II Sriwijaya, 50 orang dari unsur pemerintah daerah, dan empat orang lainnya sebagai komandan lapangan.

"Hari ini kita berangkatkan 854 personel, mereka akan mempertebal petugas yang lebih dulu di lapangan," ungkap Firli, Jumat (25/10).

Menurutnya, pengiriman petugas dinilai perlu untuk meminimalisir terjadinya kebakaran, terutama di wilayah OKI. Berdasarkan pantauan LAPAN, hotspot di kabupaten itu pada 24 Oktober 2019 terdapat 864 titik dari total 1.297 titik panas di seluruh wilayah Sumsel.

"Berdasarkan kesepakatan kita, hasil evaluasi kita, wilayah OKI menjadi fokus pemadaman, di situ nanti kita bagi tiga wilayah," ujarnya.

Firli mengungkapkan, personel yang baru dikirim mulai bekerja hari ini hingga sepuluh hari ke depan. Tidak menutup kemungkinan, masa tugas dan personel kembali ditambah sesuai kondisi di lapangan.

"Kita berharap upaya ini bisa membuat kondisi udara akan pulih, kabut asap yang ditimbulkan akibat karhutla semakin berkurang dan situasi di Sumsel aman dan kondusif," jelasnya.

Sementara itu, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan mengatakan, karhutla di Sumsel saat ini masih berada di lahan gambut yang sangat mudah terbakar ketika kering. Penebalan personel diyakini mampu memadamkan titik-titik api yang cepat melebar.

"Kita ingin mengepung api, bukan kita dikepung api. Kita ingin api cepat dipadamkan dengan adanya penebalan petugas," ujarnya.

Sedangkan, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menerangkan, kebijakan menambah tim pemadam adalah langkah konkret dalam mengatasi karhutla. Apalagi, musim hujan diprediksi bakal masih berlangsung cukup lama sehingga berpotensi tinggi terjadi.

"Ini (musim hujan) di luar perkiraan kita, tapi ini tidak boleh dibiarkan. Kami bersama gubernur siap secara tanggung jawab kepada masyarakat," kata dia.

Dia mengaku Pemprov Sumsel telah menyiapkan anggaran pemadaman hingga karhutla benar-benar tuntas. "Anggarannya sesuai kebutuhan, kita sampai berakhir," tutup Mawardi. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP