8.000 Aparat diturunkan jelang bulan puasa
Merdeka.com - Sebanyak 8.645 personel gabungan Polda Metro Jaya, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, bidang kesehatan, Jasa Marga dan Provost TNI diturunkan dalam rangkaian pengamanan pada bulan puasa, saat sehari menjelang idul fitri, salat ied dan juga pasca hari raya Idul Fitri.
Delapan ribu personel tersebut terbagi menjadi 8.000 personel gabungan dari Polda beserta jajarannya, Satpol PP 300 personel, Dinas Perhubungan 300 personel, Pemadam Kebakaran 30 personel, Bidokes Polda sebanyak 25 personel, dari pihak Jasa Marga sebanyak 100 personel dan dari POM TNI sebanyak 90 personel.
Disamping itu, kepolisian akan membuat sejumlah posko di beberapa titik yang dianggap rawan, seperti, rawan kriminalitas, banjir, balap liar, lokasi perbelanjaan, pasar tumpah, terminal utama, rawan macet, beberapa mesjid utama, bandara, kereta api hingga pelabuhan.
"Jumlah pos pengamanan yang ditempatkan di jalan berjumlah 126 pos dengan jumlah personel di tiap posnya berbeda-beda, tergantung situasi dari daerah tersebut. Juga ada 14 pos yang bertempat di beberapa kantor polisi. Pos-pos tersebut dibuka 24 jam," kata Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya, Kombes Pol Agung Budi Maryoto, saat dihubungi, Kamis (19/7).
Lebih lanjut Agung mengatakan, prediksi tingkat kerawanan saat ini antara lain, indikasi beredarnya uang palsu, unjuk rasa menuntut THR, penjualan makanaan kadaluarsa, kelangkaan BBM, sweeping tempat hiburan, meningkatnya kegiatan kelompok di masyarakat, pencurian dengan sasaran rumah kosong, pencurian dengan kekerasan pada nasabah bank dan pegadaian, dan juga karena masih terkait adanya pemilihan putaran kedua ini digunakan timses untuk berkampanye.
"Untuk itu masyarakat diminta untuk ekstra hati-hati, karena momentum saat ini bisa disalah gunakan oleh oknumm yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan," kata Agung. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya