80 Mobil, 30 Motor, 150 Rumah dan Toko Rusak Akibat Kerusuhan di Wamena
Merdeka.com - Kabid Humas Polda Papua AM Kamal merinci dampak kerusuhan di Wamena. Selain puluhan warga sipil meninggal dunia, lainnya juga terpaksa harus mengungsi dengan penjagaan aparat TNI Polri.
"Meninggal dunia 22 orang, luka-luka 72 orang," tutur Kamal dalam keterangannya, Selasa (24/9).
Sementara kerusakan fasilitas umum dan pribadi pun terbilang parah. Massa membakar rumah, kendaraan, hingga kantor pemerintahan.
Kerugian Materiil tercatat kerusakan mobil 80 unit, motor 30 unit, rumah dan toko 150 unit. Kemudian kantor pemerintah ada lima bangunan yang dirusak, yakni Kantor Bupati, Kantor PLN, Kantor Kejaksaan, Kantor Urusan Agama (KUA) dan Kantor BLH.
Akibatnya, warga ketakutan dan diungsikan ke empat tempat. "Di Polres Jayawijaya, Kodim 1702/Jwy, Gedung DPRD Jayawijaya, dan Gedung Oikumerek Asso Wamena," jelas Kamal.
Kejadian ini bermula saat sekelompok massa dan pelajar SMA PGRI menyambangi sekolah Yayasan Yapis pada Senin 23 September 2019 sekitar pukul 07.00 WIT. Dengan massa sekitar 200 orang itu, mereka melakukan unjuk rasa lantaran termakan isu hoaks rasisme. Aksi tersebut pun akhirnya berujung pada tindakan anarkis.
"Saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap pelaku yang memberikan keterangan palsu atau hoaks sehingga terjadinya mobilisasi massa yang mengakibatkan pembunuhan, penganiayaan, dan pembakaran sejumlah kantor pemerintah, fasilitas umum, dan pemukiman warga," Kamal menandaskan.
Reporter: Nanda Perdana PutraSumber: Liputan6.com
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya