8 PSK bandel terjaring razia polisi Surabaya
Merdeka.com - Meski semua lokalisasi di Surabaya, Jawa Timur diperintahkan untuk tutup selama bulan Ramadan, masih saja ada Pekerja Seks Komersial (PSK) yang nekat menjajakan diri di jalanan. Delapan PSK diamankan dalam razia yang digelar dini hari tadi.
Dalam razia rutin yang digelar anggota Sabhara Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/8), polisi menyisir ke tempat-tempat yang biasa dijadikan mangkal para PSK. Salah satunya di Jalan Ngagel di kawasan Jembatan BAT. Dari kawasan itu, petugas menjaring dua PSK, Sulastri dan Ani.
Usai di Jembatan BAT, razia berlanjut di Jagir Wonokromo. Di sini, petugas menangkap enam PSK, masing-masing bernama Rani (32), Wiwik Sugiati (47), Sofi (42), Laila (32) dan Sulis Setyowati (34).
Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya, AKBP Iwan Setyawan mengatakan, seharusnya pihaknya bisa menjaring lebih banyak lagi PSK, yang rata-rata sedang menunggu pria hidung belang di tepi jalan yang berada di sepanjang Sungai Jagir Wonokromo dan BAT Ngagel, Surabaya.
"Saat merazia para PSK dini hari tadi, anggota sedikit khawatir kalau ada PSK yang nekat menceburkan diri ke sungai jika dikejar. Jadi anggota tidak mengejar PSK-PSK yang sempat melarikan diri. Dan hanya delapan orang saja yang tertangkap," kata Iwan.
Selanjutnya, para PSK yang tertangkap ini, akan segera diserahkan ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) setelah dilakukan pendataan terlebih dahulu oleh pihak kepolisian.
Selama bulan Ramadan ini, Iwan mengaku, pihaknya berhasil menjaring sekitar 50 PSK yang masih nekat menjajakan diri di jalanan. "Kami terus melakukan Razia di sejumlah tempat-tempat lokalisasi maupun di jalan-jalan yang biasanya digunakan mangkal para PSK."
Sementara itu, dari pengakuan para PSK yang tertangkap, sebenarnya mereka itu adalah penghuni lokalisasi. Namun, karena wisma yang mereka tempati dipaksa tutup selama Ramadan, terpaksa mereka turun jalan mencari untuk mencari penghidupan.
"Lokalisasi tutup, cari kerjaan lain tidak dapat. Terpaksa tetap kerja begini meski harus turun jalan," kata Sulastri yang mengaku bermarkas di lokalisasi Bangunrejo.
Perempuan asal Pandaan ini juga mengaku terpaksa terus bekerja untuk bisa berlebaran di kampung halamannya. Sulastri tidak sendiri, dia mengajak Ani untuk menemaninya menjajakan diri. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya