8 Korban kecelakaan di Tawangmangu masih dirawat di RSUD Karanganyar
Merdeka.com - Sebanyak 8 penumpang bus pariwisata Solaris Jaya K 1677 CD yang jatuh ke jurang Kali Banaran, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (26/2) kemarin, masih belum diperbolehkan pulang. Mereka masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar.
Para penumpang tersebut mengalami luka cukup serius di beberapa bagian tubuh. Ke delapan orang yang dirawat tersebut bernama Mardiana, Sofiana, Saiful Anam, Riasih, Eny W, Agustin, Sugiyanto dan Dwi Rahayu.
"Ada 8 orang yang dirawat secara intensif, 3 orang harus menjalani tindakan operasi. Mereka mengalami patah tulang akibat benturan di beberapa sisi saat bus terguling dan masuk jurang," ujar Direktur RSUD Karanganyar G Maryadi keoada wartawan, Senin (27/2).
Kendati demikian, ketiga korban tersebut belum bisa dilakukan operasi. Jika otak mereka sudah baik dan bisa dilakukan pembiusan, maka mereka akan segera dioperasi. Selama pembiusan belum bisa dilakukan, lanjut dia, maka tim dokter lebih memilih untuk menunggu ketiga pasien itu membaik terlebih dahulu.
"Tim dokter masih memantau secara intensif perkembangan kesehatan ketiga korban. Hari ini belum bisa kita lakukan operasi, karena pertimbangan kesehatan, kita tunggu dahulu nanti seperti apa," jelasnya.
Sementara itu untuk korban tewas, usai dilakukan visum, pada Minggu malam langsung dikirim ke rumah duka di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Maryadi juga meluruskan informasi jumlah korban tewas yang simpang siur. Jika pada awal sempat dusebutkan 6, namun menjadi 7, ia memastikan jumlah korban yang tewas hanya 6.
“Memang ada informasi satu orang lagi meninggal dunia di IGD RSUD, namun ternyata itu tidak benar. Jmlah korban luka yang dibawa ke RSUD total ada 16 orang, sebagian sudah diperbolehkan pulang dan tinggal rawat jalan,” jelasnya.
Bupati Karanganyar Juliyatmono yang membesuk para korban mengatakan akan menggratiskan seluruh biaya rumah sakit.
"Saya minta kepada keluarga dan juga pihak korban untuk tidak khawarir mengenai masalah biaya. Yang terpenting saat ini para korban dirawat terlebih dahulu sampai kondisinya benar-benar pulih," katanya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya