75 Tenaga Medis di RSUD Mamuju Positif Covid-19
Merdeka.com - Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Kabupaten Mamuju ditutup selama tiga hari setelah beberapa dokter terkonfirmasi Covid-19. Namun penutupan berlanjut, mengingat semakin banyaknya tenaga medis di fasilitas kesehatan dipastikan tertular virus Corona sehingga pelayanan RSUD terhitung hari ini. Sabtu (9/1) ditutup total.
Penutupan ini disampaikan langsung Sekretaris daerah Suaib. Dia menginstruksikan agar RSUD ditutup sementara paling tidak selama satu minggu dengan catatan pihak RS segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait utamanya BPJS kesehatan, agar pasien rujukan peserta BPJS dapat dialihkan ke RS lain untuk sementara sambil menunggu perkembangan di RSUD Mamuju. Suaib berharap, agar Puskesmas dapat dioptimalkan semaksimal mungkin sehingga masyarakat dapat tetap menerima layanan kesehatan.
"Langkah penutupan total RSUD Mamuju terpaksa dilakukan demi menghindari terus meningkatnya serangan Covid-19 di RSUD Mamuju," kata Suaib.
Sementara juru bicara Satgas Covid-19 Mamuju, Andi Rasmuddin mengaku, telah berkomunikasi dengan direktur RSUD Mamuju dr.Titin untuk memastikan kondisi tersebut. Hasilnya dibenarkan diketahui ada 75 tenaga medis RSUD Mamuju dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Dengan rincian dokter 7 orang, perawat 33 orang, bidan 5 orang, poli 1 orang, manajemen 15 orang, radiologi 1 orang, RM 4 orang, Farmasi 4 orang, Fisioterapi 1 orang, Gizi 1 orang, UTD 1 orang, CSSD 1 orang, CS 1 orang.
Angka ini dari hasil pemeriksaan Terhadap lebih dari dua ratus tenaga medis di RSUD Mamuju. Angka ini bisa saja bertambah karena masih terdapat sekitar dua ratus tenaga medis di RSUD Mamuju yang belum dilakukan pemeriksaan intensif.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya