73 Pesawat dan 2000 TNI gelar latihan di Lanud Ranai Natuna
Merdeka.com - Langit Lanud Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, pada Kamis (6/10) diwarnai atraksi latihan Angkasa Yudha 2016. Tema latihan ini yakni, 'Menetralisir Kekuatan Udara Lawan dan Melaksanakan Operasi Dukungan Udara Terhadap Kekuatan Laut Maupun Kekuatan Darat Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan NKRI.'
Prajurit TNI Angkatan Udara (AU) yang sudah dikukuhkan menjadi personel Angkasa Yudha menunjukkan kemampuannya menyerang musuh menggunakan pesawat tempur. Atraksi akumulasi dari semua latihan yang telah dilaksanakan TNI AU itu mencakup tingkat perorangan, satuan hingga komando.
Operasi udara yang ditampilkan dari ketinggian yang berbeda-beda mendeskripsikan bahwa Angkasa Yudha mampu menghancurkan sasaran, menetralisir, dan mematikan potensi ancaman lawan.

Latihan TNI di Natuna ©2016 Merdeka.com
Sekitar pukul 09.20 WIB, atraksi Angkasa Yudha memulai dengan meluncurkan pesawat tempur jenis Sukhoi SU 27/30. Dengan ketinggian 200 meter dari permukaan laut, Sukhoi SU 27/30 menukik bom ke arah musuh. Musuh diserupakan dalam bentuk kapal nelayan asing di tengah laut Natuna.
Atraksi berikutnya dilakukan pesawat tempur F-16. F-16 melakukan serangan strategis dari udara dengan ketinggian 200 meter dari permukaan laut.
"Dia (pesawat tempur) berperan sebagai Strikers, menukik dan mengakui sisi target, bom dilepaskan. Sasaran hancur dan tak tersisa," seru pemandu acara latihan Angkasa Yudha.
Usai F-16 bermanuver, kini giliran 4 pesawat tempur Tunacho dan 4 pesawat Hawk melakukan serangan udara langsung ke arah musuh. Serangan ini untuk membantu gerak maju pasukan kawan. Dari ketinggian 20o meter dari permukaan laut, pesawat Tunacho dan Hawk menukik sekitar sepuluh bom.
Selanjutnya, diluncurkan 6 pesawat C-130 yang memboyong 320 personel satuan tempur secara static dan 2 pesawat CN-295 yang membawa 88 personel secara free fall (terjun bebas). Manuver pesawat C-130 dan CN-295m dikawal langsung pesawat F-16 untuk memastikan tidak adanya serangan udara mendadak dari musuh.

Latihan TNI di Natuna ©2016 Merdeka.com
Setelah personel tiba di permukaan tanah dan melakukan serangan ke arah musuh, 2 pesawat C-130 menerjunkan logistik dan 2 pesawat C-212 membawa heli box. Logistik dan heli box ini diberikan kepada personel yang terisolasi baik oleh musuh pada Operasi Militer Perang (OMP) maupun bencana alam pada OMP selain perang.
Manuver berikutnya, pesawat C-130 diluncurkan dari sisi kanan Lanud Ranai Natuna untuk mendaratkan pasukan tambahan dan peralatan untuk memperkuat pertahanan pangkalan dari serangan musuh. Jika musuh menggencarkan serangan, maka 3 pesawat Super Tunacho akan melancarkan serangan udara dengan menembak mortir.
"Pak Presiden, setiap pertempuran pasti ada perjuangan. Pesawat kita tertembak musuh namun personel berhasil menyelamatkan diri," ujar dia.
Untuk memastikan keselamatan personel yang berhasil keluar dari serangan musuh, 3 pesawat SA-330/NAS-332 bersama personel Pakhasau yang mempunyai kualifikasi Tim keamanan dan Tim penolong melaksanakan SAR tempur dan perlindungan udara diluncurkan.
73 Pesawat tempur dan 2.000 prajurit TNI AU bermanuver selama kurang lebih 1 jam 10 menit. Dari latihan itu, digambarkan bahwa Personel Angkasa Yudha berhasil menjaga ketahanan NKRI dari serangan musuh.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya