Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

72 Warga Terdampak Terima Santunan, Jalur Ganda KA Semarang-Solo Segera Dibangun

72 Warga Terdampak Terima Santunan, Jalur Ganda KA Semarang-Solo Segera Dibangun Penyerahan santunan kepada warga terdampak pembangunan jalur ganda KA di Solo, Selasa (16/11). ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sebanyak 72 warga Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari, yang terdampak pembangunan rel ganda Solo-Semarang fase pertama, menerima tali asih. Santunan diserahkan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka secara simbolis di Kantor Kelurahan Joglo, Selasa (16/11).

Saat menyerahkan bantuan, Gibran didampingi Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya dan Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa .

Warga yang sebelumnya menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut selanjutnya diberikan waktu selama sepekan untuk berkemas dan meninggalkan lokasi yang menjadi tempat tinggal selama ini.

"Kita berikan waktu seminggu setelah menerima ganti rugi untuk pindah dari lokasi baru," ujar Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa.

Pemkot Solo akan memberikan bantuan transportasi untuk warga mengangkut barang-barang miliknya. Dengan bantuan itu, warga terdampak proyek nasional pembangunan jalur ganda Semarang-Solo fase 1, (Solo Balapan-Kadipiro) tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.

"Kita akan bantu transportasi untuk mengangkut barang-barang warga yang akan pindah. Kita bantu biar tidak menambah beban kepada masyarakat. Kita berharap pembangunan double track bisa segera dimulai," katanya.

Menurut Teguh, pembangunan jalur ganda rencananya akan dimulai pada Desember 2021 dan ditargetkan selesai pada 2023. Warga terdampak yang sudah menerima santunan diharapkan bisa segera mencari tempat yang baru.

"Santunan sudah dicairkan. Kalau bisa secepatnya. Karena proyek ini mau berjalan bulan Desember 2021," katanya.

Wali Kota Gibran Rakabuming mengatakan, pembangunan jalur ganda Solo-Semarang Fase 1 bisa mengurangi kemacetan di kawasan Simpang Joglo.

"Sesuai komitmen saya dan Pak Wawali, yang namanya Solo Utara ini bisa lebih maju lagi. Kita ingin memajukan Solo bagian utara yang jelas traffic-nya harus kita perbaiki dulu," tandasnya.

Gibran menuturkan, ada 4 kelurahan di Kecamatan Banjarsari yang terkena dampak pembangunan rel ganda, yakni Kelurahan Joglo, Nusukan, Gilingan, dan Banjarsari.

"Total ada 500-an warga yang terkena dampak dari pembangunan jalur ganda," jelas Gibran.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya menyampaikan, pembangunan jalur ganda dapat mengurangi kemacetan di Simpang Joglo hingga 30 persen. Pasalnya konflik lalu lintas di daerah tersebut akan dipangkas dengan jalur layang kereta api (elevated).

"Proyek ini akan mengurangi kemacetan secara drastis. Kan konfliknya berkurang yang awalnya tujuh kaki menjadi lima kaki. Terus tundaan akibat kereta api juga sudah tidak ada karena kereta api di atas," jelas dia.

Menurut Sumarjaya, ada beberapa komponen yang dihitung dalam menentukan nilai santunan warga terdampak, mulai dari nilai bangunan, pohon, dan lainnya.

"Kalau tidak salah diberikan biaya untuk bisa sewa dulu dalam kurun waktu kurang lebih enam bulan. Nanti yang hitung itu appraisal tetapi komponen-komponen yang menentukan sesuai dari BPN," jelasnya.

Sumarjaya mengatakan, pembangunan jalur ganda kereta api Solo-Semarang dilakukan karena ada peningkatan frekuensi perjalanan antara kedua kota. "Dengan pembangunan jalur ganda ini, harapan kami bisa meningkatkan kinerja perkeretaapian, frekuensi bisa kita tambah. Jadi dengan ada elevated railway tidak mengganggu lalu lintas yang ada di bawah," pungkas dia.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP