Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

70 Tim koding di Bandung, lomba buat aplikasi lacak korban asap

70 Tim koding di Bandung, lomba buat aplikasi lacak korban asap kabut asap bandung. ©2015 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Komunitas Code4Nation kembali menggelar kompetisi software untuk kali kedua pada tahun ini. Bertajuk Hackaton Merdeka 2.0, sebanyak 70 tim turut berpartisipasi bersaing membuat aplikasi terbaik versi panitia. Para peserta kali ini diberi dua pilihan; menciptakan aplikasi soal data kependudukan dan lacak korban kabut asap.

Dipusatkan di Gedung IDeX Telkom, Jalan Gegerkalong Hilir, Kota Bandung lomba ini akan bergulir pada 24-25 Oktober 2015. Peserta yang hadir berasal dari kalangan mahasiswa maupun profesional.

"Event ini sebenarnya serentak digelar di 28 kota di Indonesia. Yang pesertanya mencapai 1.700 orang atau sekitar 645 tim," kata Humas Code4Nation, Marina Kusumawardhani, di lokasi, Sabtu (24/10). Satu tim rata-rata terdiri dari dua hingga empat orang.

Isu kependudukan atau civil centric dipilih hal tersebut masih dinilai cukup lemah. Salah satunya seperti pengaplikasian pembuatan KTP dan Akta Kelahiran yang masih rumit. Platform aplikasinya yang dihasilkan bisa untuk mobile atau web, serta berbasis SMS.

"Isu ini-kan masih lemah. Makannya kami angkat. Jika menang Pak (Presiden) Jokowi memang apresiasi hasil pemenang dan langsung dihubungkan dengan kementerian terkait," terangnya.

Selanjutnya materi tentang asap kabut pekat yang terjadi di Pulau Sumatera dan Kalimantan turut diusung dalam kompetisi tersebut. Harapannya aplikasi untuk deteksi dini pemerintah dan unsur terkait guna gerak cepat mengevakuasi masyarakat agar tak menjadi korban bahaya asap mematikan.

"Ada isu urgent dari Kementerian Polhukam yaitu evakuasi asap. Peserta lomba bisa memilih, mau membuat aplikasi data kependudukan atau asap," terangnya.

Setiap kota lanjut dia, akan diambil dua tim terbaik untuk bersaing di Jakarta. "Final nanti akan digelar di Jakarta pada 28 Oktober," jelasnya.

Hackathon Merdeka 2.0 mengusung semangat Merdeka Dengan Kode (MKD). Kompetisi tersebut didukung Telkom dan Indigo Inkubator. Dengan berkesinambungan digelarnya ajang tersebut diharapkan dapat menjadi pemersatu ahli TI Indonesia sehingga semakin banyak talenta yang berkontribusi.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP