70 Persen Pertanian di Garut Selatan Alami Kekeringan
Merdeka.com - Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebut selama musim kemarau 70 persen lahan pertanian yang ada di wilayah Garsel (Garut Selatan) mengalami kekeringan. Salah satu penyebab kekeringan tersebut kerusakan kawasan hutan di wilayah Garut Selatan.
Rudy mengatakan, kondisi sejumlah kecamatan di wilayah Garut Selatan saat ini khususnya sungai-sungai yang mengairi sawah telah kering. Berdasarkan pemantauan langsung dilakukannya, Rudy melihat ada delapan kecamatan mengalami kekeringan.
"Kedelapan kecamatan yang saya tinjau kondisinya parah kekeringannya. Seperti Kecamatan Pameungpeuk, Cikelet, Cibalong, Cisompet, Mekarmukti, Bungbulang, Pakenjeng, hingga Caringin," kata Rudy, Selasa (30/7).
Rudy menjelaskan mayoritas persawahan di wilayah Garut Selatan merupakan tadah hujan. Namun air dari irigasi sendiri menjadi salah satu sumber utama dan saat ini kondisi sumber mata air di kawasan pegunungannya sudah sangat sedikit.
"Ini akibat dari adanya kerusakan hutan. Solusinya ya harus reboisasi," kata dia.
Pemerintah Kabupaten Garut sendiri dalam menyikapi kekeringan di wilayah selatan Garut, disebut Rudy, akan memberikan bantuan kepada para petani. Di antara bantuan yang akan dilakukan adalah pompanisasi hingga pemberian bibit. Namun meski demikian ia mengaku bingung karena di wilayah yang betul-betul sulit air pompanisasi tidak bisa dilakukan.
"Namun akan tetap kita usahakan agar air bisa sampai ke sawah-sawah yang kekeringan walau secara kondisi cukup sulit. Kalau air untuk rumah tangga memang masih cukup sehingga upaya kita ya untuk lahan pertanian," ucapnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya